Indonesia bukan negara/wilayah yang terjangkit SARS dan aman untuk setiap orang yang akan datang dan pergi dari Indonesia. penjelasan ini merupakan progress report upaya Pemerintah Indonesia dan jajaran Kesehatan pada umumnya dalam upaya penanggulangan SARS di Indonesia yang masih terus dimantapkan di seluruh wilayah Indonesia. Penjelasan ini disampaikan oleh Bapak Menteri Kesehatan Republik Indonesia atas nama Pemerintah Republik Indonesia, pada acara Jumpa Pers tanggal 17 Juni 2003 di Gedung Departemen. Kesehatan Republik Indonesia dengan tema Upaya Penang gulangan SARS di Indonesia.


Kasus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau Syndrome Pernapasan Akut Berat pertama kali ditemukan di propinsi Guangdong ( China ) pada bulan November 2003. Adanya kejadian luar biasa di Guangdong ini baru diberitakan oleh WHO empat bulan kemudian yaitu pada pertengahan bulan Februari 2003. Pada waktu itu disebut sebagai Atypical Pneumonia atau Radang Patu Atipik. Informasi WHO ini menjadi dasar bagi DepKes untuk secara dini pada bulan Februari 2003 menginstruksikan kepada seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP ) di Indonesia yang mengawasi 155 bandara, pelabuhan laut dan pos lintas batas darat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah penangkalan yang perlu.

Pada tanggal 11 Maret 2003, WHO mengumumkan adanya penyakit baru yang menular dengan cepat di Hongkong, Singapura dan Vietnam yang disebut SARS. Pada tanggal 15 Maret 2003 Direktur Jenderal WHO menyatakan bahwa SARS adalah ancaman global atau Global Threat. Dengan adanya pernyataan itu, Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tangal 16 Maret 2003 segera berkoordinasi dengan WHO dan menginformasikan kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi, Rumah sakit Provinsi, KKP di seluruh Indonesia dan lintas sektor terkait untuk mengambil langkah yang perlu bagi pencegahan penularan dan pencegahan penyebaran SARS pada tanggal 17 Maret 2003. Pada waktu itu belum diketahui apakah penyakit ini sama dengan Atypicak Pneumonia yang berjangkit di Guangdong. pada bulan April 2003 barulah WHO memastikan bahwa Atypical Pneumonia di Guangdong adalah SARS

Pertimbangan WHO menyatakan SARS sebagai ancaman global adalah SARS merupakan penyakit baru yang belum dikenal penyebabnya, SARS meneybar secara cepat melalui alat angkut antar negara dan SARS terutama menyerang tenaga kesehatan di rumah sakit. Wabah SARS telah mendorong berbagai pakar kesehatan di dunia untuk bekerja sama menemukan penyebab SARS dan memahami cara penularan SARS. Atas kerjasama para pakar dari 13 laboratorium di dunia maka tanggal 16 April 2003 dipastikan bahwa penyebab SARS adalah Virus Corona atau Coronavirus.

Departemen Kesehatan secara dini dan sejak awal pandemi SARS pada bulan Maret tahun 2003 melaksanakan Penanggulangan SARS dengan tujuan mencegah terjadinya kesakitan dan kematian akibat SARS dan mencegah terjadinya penularan SARS di masyarakat (community transmission) di Indonesia

Strategi yang dijalankan untuk mencapai tujuan itu adalah : upaya public awareness melalui upaya advokasi dan sosialisasi, pemantauan atau surveilans kasus secara epidemiologi berdasarkan informasi masyarakat, informasi rumah sakit dan informasi KKP, menyiapkan rumah sakit baik sarana maupun prasarananya serta pengetahuan dan keterampilan petugas. Kesemuanya itu ditunjang dengan mengembangkan kemampuan pemeriksaan di laboratorium dan penelitian mengenal penyakit tersebut. Untuk menunjang pelaksanaan penanggulangan SARS pada tanggal 3 April 2003 ditetapkan keputusan

Menteri Kesehatan No. 424 Tahun 2003 tentang SARS sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah. Dengan penetapan ini maka Undang-undang nomor empat tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dapat diterapkan dalam penanggulangan SARS.

Langkah tindak lanjut untuk menjalankan strategi itu memerlukan sumber daya (tenaga, sarana, dan pembiayaan serta pedoman-pedoman baik untuk jajaran kesehatan maupun masyarakat umum), yaitu dengan :

PUBLIC AWARENESS Untuk memberi pengetahuan dan kewaspadaan tentang SARS kepada masyarakat luas termasuk kepada jajaran kesehatan, sektor di luar Departemen Kesehatan dan jajaran pemerintah daerah serta LSM, Ikatan Profesi dan lain-lain dibentuk Tim Sosialisasi dan Advokasi untuk melakukan Advokasi dan sosialisasi telah disusun satu seri pedoman yang terdiri dari 7 Buah Buku Pedoman yaitu :

Pedoman Kewaspadaan Universal bagi Masyarakat

Pedoman Kewaspadaan Universal di tempat-tempat umum.

Pedoman Kewaspadaan Universal bagi petugas kesehatan.

Pedoman Pemeriksaan SARS di Bandara, Pelabuhan dan Lintas Batas.

Pedoman Surveilans Epidemiologi Penyakit SARS

Pedoman Penatalaksanaan Kasus.

Pedoman Pengambilan dan Pemeriksaan Spesimen.



Selain itu diterbitkan Poster, Booklet, leaflet dan Flyer (baik untuk jajaran kesehatan kabupaten/kota dan khusus untuk para TKI). Sejumlah perusahaan /pihak swasta sangat membantu dalam pengadaan bahan-bahan tersebut. Sosialisasi pada masyarakat luas dilakukan melalui media massa dan melalui situs-situs SARS yang dapat dilihat pada http://www.infeksi.com ; http://www.penyakitmenular.info dan http://.www.asean-disease-surveilance.net serta saluran informasi lainnya seperti Hotline Service RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta (021)- 6506568, Posko Pelayanan Antisipasi KLB SARS Tlp. (021)-4265974, 021-640141 maupun telepon langsung ke Bagian Humas DepKes dengan No. Telepon 021-5223002 dan Pusat penanggulangan Masalah Kesehatan DepKes 021- 5265043.



KESIAPAN RUMAH SAKIT Menetapkan 34 Rumah Sakit menjadi rumah sakit rujukan SARS berdasarkan kriteria :

Di Wilayah pintu masuk laut/udara dari luar negeri

Di Wilayah kantong-kantong TKI yang baru pulang dari luar negeri.



Dari 34 rumah sakit tersebut 6 rumah salit ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan utama, yaitu RS H.Adam Malik Medan, RS Otorita Batam, RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUD Dr. Sutomo Surabaya, RSUP Sanglah Denpasar dan RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tiap rumah sakit rujukan utama tersebut diberikan dana Rp. 100. Juta rupiah untuk penyiapan ruang isolasi dan triase. Dalam ruang isoalsi minimal terdapat 2 tempat tidur (TT) untuk kasus probable dan 4 TT untuk kasus suspek. Selain itu diberikan alat-alat untuk proteksi perorangan dan alat-alat universal precaution dan peralatan medik.

Untuk RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso sebagai RS Rujukan Nasional SARS disiapkan 20 TT bagi penderita dan 50 TT bagi perawatan pasca sembuh namun masih infeksius, 3 ambulans khusus SARS, peralatan medik dan alat proteksi perorangan. saat ini sedang dibuat EWORS ( Early Warning Outbreak Recognition System ) di 34 RS Rujukan untuk aspek hospotal base surveilans. Setiap RS rujukan dibentuk Tim Penanggulangan SARS di rumah sakit, pelatihan bagi perawat untuk pengetahuan tentang universal precaution, workshop dan pelatihan tentang Strict Barrier Hospital and Nursing Care dengan dana antara lain dari bantuan WHO sebesar Rp. 485.724.300,-.

Pelatihan dimasing-masing rumah sakit (inservice training) bagi seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan SARS (kegiatan ini masih berlangsung). Tatalaksana kasus SARS di rumah sakit berdasarkan pedoman yang disusun oleh Depkes bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI).



SURVEILANS Di Indonesia terdapat 45 KKP yang mengawasi 155 bandara, pelabuhan laut dan pos lintas darat yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu ada 24 KKP yang mengawasi bandara/pelabuhan laut yang disinggahi alat angkut (peasawat udara dan kapal laut) yang datang dari negara terjangkit SARS. Untuk petugas KKP telah dilakukan pelatihan petugas dan penyediaan barrier nursing protection.

Untuk kesiapsiagaan penanggulangan SARS dilakukan penambahan tenaga kesehatan di lokasi-lokasi Bandara Soekarno-Hatta ( terminal 2 dan terminal 3 ) sebanyak 41 orang dokter (21 dokter dari brigade Siaga Bencana /BSB Jakarta) dan 12 perawat dari dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang bertugas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso sebanyak 13 dokter dari Ditjen PPM dan PL. Pelabuhan tanjung Priok sebanya 4 dokter dari Ditjen PPM dan PL. KKP Batam sebanyak 56 dokter dengan rincian ; 29 dokter dari BSB Bandung, 17 dokter dari BSB DI Yogyakarta dan 10 dokter dari BSB Semarang.

Departemen Kesehatan juga menerima laporan kasus SARS dari masyarakat termasuk yang dimuat di media massa. terhadap semua informasi dugaan SARS tersebut dilakukan pengecekan untuk dikonfirmasi oleh Tim Pakar dan Tim Verifikasi. Kasus suspek dan probable harus dilaporkan oleh setiap rumah saki dan fasilitas kesehatan ke Departemen Kesehatan. Data klinis setiap kasus yang dilaporkan akan diverifikasi oleh Tim Verifikasi dan Tim Pakar. Kasus-kasus yang tidak memenuhi kriteria akan dikeluarkan dari daftar sebagai kasus bukan SARS. Apabila diperlukan hubungan telepon juga digunakan untuk mendiskusikan kasus yang dilaporkan dengan dokter yang menangani kasus. Lebih dari 80.000 TKI bekerja diluar negeri (Didaerah-daerah terjangkit SARS). Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan sangat mungkin mempunyai hubungan yang dekat (close contact). Oleh karena itu perhatian khusus diberikan kepada para TKI dengan jalan melakukan pemeriksaan kesehatan (termasuk pengukuran suhu) di terminal 3. Apabila dari mereka menunjukkan gejala sakit segera dirujuk ke rumah sakit. Mereka juga diberikan penyuluhan mengenai pencegahan SARS dan diberikan masker untuk digunakan bila menunjukkan gejala penyakit semacam flu, juga disarankan untuk tidak keluar rumah (home isolation) selama 10 hari sejak kedatangannya. Petugas Kesehatan di daerah TKI tersebut berkewajiban untuk mengawasi mereka.

Upaya surveilans epidemiologi SARS di Indonesia mencakup pemeriksaan penumpang di bandara pada saat kedatangan (arrival screening) dan saat keberangkatan (pres-departure screening), pemeriksaan TKI yang datang dari daerah terjangkit SARS, surveilans SARS di rumah sakit dan sarana kesehatan, surveilans SARS dan penumonia di masyarakat, investigasi dan pelacakan kontak. Denga cara demikian adanya penderita SARS akan dapat dideteksi sedini mungkin. Untuk menunjang kegiatan dan keberhasilan surveilans SARS akan ditempatkan sejumlah 20 thermo scanner di bandara dan beberapa pelabuhan laut dan sejumlah thermo digital (telinga).



PEMERIKSAAN LABORATORIUM Salah satu respon awal untuk pemeriksaan laboratorium SARS dilakukan bekerja sama dengan US NAMRU-2 Jakarta dalam mengambil spesimen dari kasus suspek dan probable dan kemudian dikirim ke CDC Atlanta. Untuk mendukung ini Depkes telah menyusun pedoman untuk pengambilan dan pengiriman spesimen berdasarkan pada pedoman WHO dan CDC. Petugas laboratorium dari rumah-rumah sakit provinsi telah dilatih menggunakan pedoman tersebut.

Tiga laboratorium yang ditunjuk sebagai laboratorium SARS rujukan adalah Badan Litbangkes Depkes, bagian Mikrobiologi UI dan laboratorium Bio Medical Mataram. 4 Batch spesimen SARS yang diambil dari 24 pasien telah dikirim ke CDC Atlanta dengan hasil negatif untuk kedua pemeriksaan RT-PCR dan tes Serologi. Selain itu laboratorium di Medan dan Makassar diikutsertakan untuk mengembangkan pemeriksaan laboratorium SARS

Dalam penanggulangan SARS, Indonesia juga menerima bantuan dari dalam dan luar negeri antara lain dari Pemerintah Amerika Serikat berupa 5.000 masker, pemerinta Jepang berupa peralatan pelindung dan perlengkapan laboratorium senilai 30 juta yen atau sekitar US $­­ 250.000, pemerintah Singapura akan menyumbang 1 buah thermo scanner, PT. Johnson Home Hygiene Product berupa masker.

Jumlah penderita SARS didunia dalam periode November 2003 - Mei 2003 meningkat dari waktu ke waktu. Tetapi pada bulan Juni 2003 penderita baru SARS disunia mulai meurun. Pada tanggal 13 Juni 2003 jumlah kumulatif penderita SARS probable yang dilaporkan berjumlah 8.554, jumlah penderita baru 10 orang, jumlah yang meninggal dunia 792 orang dan jumlah yang sembuh 6,793 orang. Ada 32 negara/wilayah yang pernah melaporkan adanya kasus probable SARS.

Pada tanggal tersebut jumlah negara/wilayah yang paling banyak melaporkan kasus probable SARS adalah RRC 5.327, Hongkong 1.755, Taiwan 693, Singapura 206, Canada 242 dan Vietanam 63 orang. Di Indonesia, sampai dengan 16 Juni 2003 ditemukan 7 kasus suspek dan 2 kasus probable Jumlah orang yang berobat di Indonesia karena khawatir dirinya menderita SARS atau diduga SARS sebanyak 112 orang. Setelah diperiksa, dari jumlah ini ada 103 orang dipastikan bukan menderita SARS.

7 Kasus suspek SARS terdiri dari 3 wanita dan 4 pria yang berusia antara 20 - 57 tahun. Sebanyak 5 orang diantaranya pernah berkunjung ke Singapura dan 2 orang pernah berkunjung ke RRC. Mereka berdomisili di Jakarta, Depok, Tangerang. Sedangkan 2 kasus probable SARS terdiri dari 2 pria masing-masing berusia 47 tahun (WNA) berdomisili di Tangerang dan telah kembali ke Hongkong dan berusia 65 tahun (WNI) berdomisili di Medan, keduanya baru kembali dari Singapura saat menderita SARS. Sebanyak 6 kasus suspek SARS dirawat di RSPI - SS Jakarta dan 1 kasus di RSUP Adam Malik.

Dari 2 kasus probable SARS seorang dirawat di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso dan seorang dirawat di RSUP Adam Malik Medan. Semua kasus suspek SARS dan Kasus Probable SARS, sample darah dan usapan tenggoroknya dikirim dan diperiksa di CDC Atlanta dan semuanya menunjukkan hasil negatif untuk virus Corona. Untuk kasus suspek dan probable SARS dan kasus yang diduga SARS tertentu dilakukan investigasi atau pelacakan kontak dari investigasi dan pelacakan kontak ini ditemukan sebanyak 103 orang yang diduga kontak. Seluruh kontak ini dilakukan manajemen kontak berupa penyuluhan dan surveilans. Investigasi, pelacakan dan manajemen kontak dilakukan atas kerja sama Ditjen PPM dan PL, Dinkes Provinsi, Dinkes Kabupaten/Kota dan Puskesmas, Keluarga dan teman sekerja.

SARS berdampak negatif pada perekonomian negara khususnya dibidang penerbangan, pariwisata dan tenaga kerja. Adanya negara/wilayah yang terjangkit SARS menyebabkan berkurangnya jumlah penerbangan dan jumlah penumpang dengan tujuan negara/wilayah tersebut. Sebagai contoh antara lain dampak terhadap airline yang dimuat di Majalah Bussines News tanggal 4 April 2003 yang memberitakan jumlah penumpang GIA dari Singapura turun hingga 20 %, biro perjalanan juga melaporkan penurunan penumpang antara 50 - 70 %, Bertia Harian Kompas tanggal 5 April 2003 tingkat hunian hotel di Batam menurun hingga 10 %.

Adanya negara/wilayah terjangkit SARS diwilayah regional ASEAN juga mengimbas pada menurunnya kunjungan wisata ke Indonesia. Di samping itu, karena tenaga kerja Indonesia juga banyak yang bekerja di negara/wilayah terjangkit SARS maka pengiriman TKI ke negara/wilayah terjangkit SARS untuk sementara tertunda.

Untuk mengatasi dampak SARS pada perekonomian regional diadakan KTT Khusus ASEAN Plus 1 ( RRC ) dan Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN Plus 3 (RRC, Jepang dan Korea ) di Kuala Lumpur, Forum penerbangan ASEAN plus 3 di Filipina dan pertemuan Regional ASEAN tentang SARS di Siem Riep, kamboja dan di bangkok Thailand. Pertemuan Menteri Kesehatan APEC tentang SARS akan diadakan di bangkok tanggal 28 Juni 2003.

Berdasarkan laporan dari Rumah-Rumah Sakit seluruh Indonesia, Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan seluruh Indonesia yang dipantau setiap hari sejak tanggal 14 Mei 2003 sampai hari ini 17 Juni 2003 Tidak Ada Kasus Suspek Baru maupun Kasus Probable Baru di Indonesia. Namun Demikian masyarakat masih harus waspada karena masih ada wilayah diluar Indonesia yang masih menunjukkan adanya penularan secara lokal di wilayah tersebut per 13 Juni 2003 yaitu diantaranya adalah Kanada ( Toronto ), China ( Beijing, Hongkong danTaiwan). Oleh karena itu pengamatan penyakit SARS melalui kegiatan surveilans SARS akan terus dipertahankan dan ditingkatkan misalnya pre departure screning tetap akan diberlakukan begitu pula Arrival Screening berupa pengisian Health Alert Card.

Begitu pula surveilans penyakit pneumonia pada orang dewasa dirumah-rumah sakit akan dilaksanakan seperti surveilans AFP. Karena itu saya ( Menteri Kesehatan RI ) berpesan kepada masyarakat luas, media cetak/elektronik, tenaga kesehatan untuk terus menerus meningkatkan pengawasan publik tentang SARS dan mewaspadai SARS tetapi tidak panik.

FACT-SHEET
PERKEMBANGAN SARS ( GLOBAL DAN DI INDONESIA )



Riwayat singkat penyebaran SARS dan upaya-segera Depkes dalam mengantisipasi penyebarannya di Indonesia : 1 November 2002 :
untuk pertama kali ditemukannya penyakit Atypical Pneumonia di Propinsi Guangdong RRC yang kemudian diyaikini sloh WHO sebagai SARS.





11 Februari 2003 :
SARS di Guangdong diberitakan secara resmi oleh WHO melalui website : http://www.who.int.



Akhir Februari 2003 ( 2 minggu sebelum WHO mengumumkan SARS sebagai ancaman global )
Depkes telah mengambil langkah penangkalan dini dengan menginstruksikan seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan ( KKP ) di Indonesia agar meningkatkna kewaspadaannya dan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu ( di Indonesia ada 45 buah KKP yang bertanggung jawab dalam mengawasi dan melaksanakan penangkalan dan pencegahan masuknya penyakit karantina dan penyakit menular tertentu ke Indonesia melalui bandar udara, pelabuhan laut dan pos lintas batas darat )



10 Maret 2003 :
SARS menyebar ke luar Guangdong, yaitu ke Hongkong dan Hanoi ( Vietnam ).
Penyebaran pertama di Hongkong terjadi di kalangan petugas rumah sakit, dan selanjutnya menyebar ke negara-negara lain melalui orang-orang yang tertular dan melakukan perjalanan lintas negara.



15 Maret 2003 :
WHO menyatakan secara resmi bahwa SARS adalah ancaman global ( Global Treat ) dengan pertimbangan :
(1) SARS penyakit baru yang belum diketahui penyebabnya
(2) Penularannya terutama terjadi dikalangan petugas kesehatan melalui sarana kesehatan
(3) SARS menyebar antar negara melalui orang yang melakukan perjalanan lintas negara.



16 Maret 2003 :
Diadakan rapat konsolidasi dan koordinasi antara Depkes dan WHO dengan hasil-hasil :
(1) Mengeluarkan edaran dari Direktur Jenderal P2M dan PL kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala KKP, Direktur RS Provinsi untuk mengambil langkah bagi pencegahan penyebaran SARS di Indonesia ( dikirim melalui faksimili tanggal 16 Maret 2003 sore hari )
(2) Membentuk Task Force SARS di Ditjen P2M dan PL
(3) Membuka POSKO SARS di Ditjen P2M dan PL ( No. Telp. 021-42655974 )
(4) Melaksanakan piket harian SARS di di Ditjen P2M dan PL serta Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan ( PPMK ) dengan No. Telp. 021-5265043



17 Maret 2003 :
Konferensi Pers dengan Menteri Kesehatan

3 April 2003 :
Menteri Kesehatan menetapkan SARS sebagai penyakit yang berpotensi wabah

4 April 2003 :
Pemerintah Indonesia mengeluarkan Travel Advisory, yaitu menganjurkan agar warga negara Indonesia yang akan berkunjung ke negara / wilayah terjangkit SARS menunda dulu. Namun apabila suatu sebab terpaksa harus berkunjung hendaknya memperhatikan :
(1) Tidak membawa orang lanjut usia atau anak balita
(2) Mempersiapkan diri dalam pencegahan SARS
(3) Memperhatikan petunjuk jajaran kesehatan setempat tentang pencegahan SARS.



16 April 2003 :
WHO mengumunkan dengan resmi bahwa virus corona dinyatakan sebagai penyebab SARS ( berkat kerjasama 13 lembaga penelitian di seluruh dunia )



25 April 2003 :
Pertemuan Menteri-menteri Kesehatan ASEAN + 3 ( Korea, Jepang, RRC )dan Hongkong.



29 April 2003 :
KTT ASEAN + 1 ( RRC ) antara lain menyepakati :
(1) Peningkatan kerjasama dalam penanggulangan SARS
(2) Pemeriksaan penumpang yang tiba dan berangkat dari negara ASEAN + 1 untuk mencegah penyebaran SARS.



12 ? 16 Mei 2003 :
Delegasi Indonesia menjelaskan kepada negara-negara anggota WHO dlaam Sidang Majelis Kesehatan Sedunia ( World Health Assembly ) di Jenewa melalui booklet yang dibagikan, berjudul
? Indonesia is not a SARS affected country ?



15 ? 16 Mei 2003 :
Diadakan ASEAN + 3 Aviation Forum di Pampanga, Filipina, yang memantapkan kesempatan tentang pemeriksaan penumpang pada saat kedatangan dan keberangkatan di bandara.

2 Kriteria penderita diduga SARS di Indonesia :

Kasus Observasi SARS :
Jika data penderita masih perlu dilengkapi



Kasus Suspect :
Jika data klinis menunjukan criteria suspect menurut WHO ( Suhu tubuh > 38 Der C, batuk-batuk, sesak napas/kesulitan bernapas, ada riwayat perjalanan dari wilayah terjangkit atau kontak langsung dengan penderita )



Probable :
Jika data klinis menunjukan kasus suspect + gambaran rontgen paru-paru menunjukan pneumonia, atau jika penderita tersebut meninggal pada pemeriksaan autopsi menunjukan pneumonia yang tidak diketahui sebabnya atau menunjukan RDS ( Repiratory Disstress Syndrome).

Bukan Kasus SARS
Bila data klinik lengkap, tapi ternyata tidak ada kaitannya dengan SARS.

3. Data Global dan Indonesia
(1) Global ( 29 Mei 2003 )

10 Provinsi di RRC terjangkit SARS, yaitu :
Beijing, Guangdong, Hubei, Hebei, Inner Mongolia, Jiangshu, jilin, Shanxi, Shaanxi, dan Tianjin.

Selain RRC, negara / wilayah yang masuk daftar sebagai negara terjangkit : Canada, ( Toronto ), Hongkong, Singapura dan Taiwan )

Jumlah negara yang melaporkan / pernah melaporkan adanya kasus Probable SARS ada 31 negara / wilayah dengan jumlah kasus 8.295 ( 17 kasus baru, 750 kasus meninggal, 4.994 kasus telah telah sembuh )

(2) Indonesia
Jumlah kasus probable : 2 ( 1 WNA, 1 WNI )
Jumlah kasus suspect : 7 ( 1 WNI, 6 WNI )

(3) Data sampai dengan 13 Juni 2003
Dari 10 Provinsi hanya 3 provinsi di RRC yaitu : Beijing, Hongkong, Taiwan
Negara / wilayah yang masih ada transmisi local adalah : Canada ( Toronto ), China ( Beijing, Hongkong, Taiwan )
Diposting oleh 3J Team Community
Gambaran Klinis
Demam yang akut, selama 2 hingga 7 hari, dengan 2 atau lebih gejala ? gejala berikut : nyeri kepala, , nyeri otot, nyeri persendian, bintik-bintik pada kulit sebagai manifestasi perdarahan dan leukopenia.
Kriteria Untuk Diagnosa Laboratorium
Satu atau lebih dari hal-hal berikut :
Isolasi virus dengue dari serum, plasma, leukosit ataupun otopsi.
Ditemukannya anti bodi IgG ataupun AgM yang meningkatkan tinggi titernya mencapai empat kali lipat terhadap satu atau lebih antigen dengue dalam spesimen serta berpadangan.
Dibuktikan adanya virus dengue dari jaringan otopsi dengan cara immunokimiawi atau dengan cara immuno-flouresens, ataupun didalam spesimen serum dengan uji ELISA
Dibuktikan dengan keberadaan gambaran genomic sekuen virus dari jaringan otopsi, sediaan serum atau cairan serebro spinal (CSS), dengan uji Polymerase Chain Reaction ( PCR).

Klarifikasi Kasus
Dicurigai sebagai kasus : Yaitu kasus yang jelas dengan melihat gejala klinisnya.
Kemungkinan sebagai Kaus : ialah kasus yang menunjukkan gejala klinis dan didukung oleh satu atau lebih dari ;
Uji serologi berupa munculnya titer anti bodi dengan hemaglutinasi ? inhibisi 1280 atau lebih yang sebanding dengan titer positif IgG dengan uji ELISA, ataupun titer positif zat anti bodi IgM pada fase akhir yang akut pada fase konvalesens.
Munculnya kasus DD lain dilokasi dan waktu yang sama
Kasus yang Pasti : ialah kasus yang secara klinis benar, serta didukung pula kebenarannya secara laboratoris.
Kriteria Untuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Sindrom Syok Dengue (SSD)
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah kasus tersangka ataupun kasus yang pasti dari dengue dengan kecenderungan perdarahan disertai adanya satu atau lebih dari hal ? hal berikut :

Tes Tourniquet yang positif.
Adanya perdarahan dalam bentuk petekiae, ekimosis atau purpura.
Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya.
Hematemesis atau melena
Dan trombositopenia ( < 100.000 per mm3)
Dan perembesan plasma yang erat hubungannya dengan kenaikan permiabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculya satu atau lebih dari :
Kenaikan nilai 20 % (hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin)
Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan.
Tanda ? tanda perembesan plasma ( yaitu, efusi pleura, asites, hipoproteinaemia

2. Sindrom Syok Dengue (SSD)
Mencakup semua kriteria DBD diatas ditambah lagi dengan munculnya gangguan sirkulasi darah dengan tanda-tanda denyut nadi menjadi lemah dan cepat, menyempitnya tekanan nadi (20 mmHg atau kurang) atau hipotesi berdasar umur, kedinginan, keringat dingin dan gelisah.

Dokter Ahli Anak: Menyesatkan, Jambu Biji Obat Demam Berdarah

Mataram- Rol --Ketua SMF Anak Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram, Dr dr Hananto Wiryo SpA mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan pendapat bahwa buah jambu biji merupakan obat ampuh untuk menyembuhkan penyakit demam berdarah.
"Anjuran memakan buah jambu biji sebagai obat demam berdarah sangat menyesatkan masyarakat, karena obat untuk demam berdarah belum ada, dan penyembuhannya sangat tergantung kepada kecepatan perawatan," katanya di Mataram, Rabu.
Kepada masyarakat diingatkan agar setiap anggota keluarganya mengalami gejala panas tinggi yang tidak turun-turun untuk segera diperiksakan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) untuk mengetahui secara pasti penyakit tersebut. "Ini dimaksudkan agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat dan cepat, jangan sampai terlambat, karena akibat keterlambatan akan sangat fatal bagi jiwa pasien," katanya. Virus demam berdarah yang disebarkan oleh nyamuk 'Aedes Aegypti' tersebut tidak bisa disembuhkan dengan hanya memakan buah jambu biji.
"Anjuran orang agar mereka yang terkena demam berdarah memakan jambu biji sebagai obat penyembuh sangat menyesatkan. Bisa saja orang itu justru tambah menderita sakit dan mempercepat kematiannya," ujarnya.
Hananto menyatakan anjuran tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan dan menyesatkan masyarakat, karena hingga saat ini belum ada hasil penelitian yang membenarkan bahwa buah jambu biji sebagai obat penyembuh demam berdarah. Virus demam berdarah yang ditularkan nyamuk 'Aedes Aegypti' menyerang sel darah merah dalam tubuh, sehingga penyembuhannya hanya menambah sel darah merah yang berkurang di samping perawatan lainnya.
Hingga saat ini belum ada obat untuk mematikan 'virus dengue' yang menyebabkan penyakit demam berdarah tersebut. Untuk penyembuhannya sangat tergantung pada kecepatan penderita dibawa ke rumah sakit serta ketepatan pihak rumah sakit menolong pasien. "Tidak ada jaminan dengan dibawa ke rumah sakit pasien tersebut sembuh, karena kalau pasiennya sudah parah, artinya terlambat dibawa, maka pihak rumah sakit tidak bisa berbuat banyak," ujarnya.ant/mim

Presiden Megawati Kunjungi Penderita Demam Berdarah

KUNJUNGAN PRESIDEN: Presiden Megawati Soekarnoputri saat mengunjungi seorang anak penderita demam berdarah di RS Persabahatan, Rawamangun, Jakarta. Sedikitnya 300 orang meninggal dan ribuan lainnya dirawat di rumah sakit akibat wabah demam berdarah.
Presiden Megawati Soekarnoputri, Senin, mengunjungi penderita wabah demam berdarah di Rumah Sakit Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur. Presiden Megawati menganjurkan masyarakat untuk lebih sering membersihkan dan menguras tempat-tempat penampungan air guna menghindarkan meluasnya penyakit demam berdarah dengue (DBD).
"Kalau bisa ibu-ibu lebih sering menguras bak-bak penampungan air," kata Megawati ketika berdialog dengan keluarga penderita DBD di RS Persahabatan, Jaktim, Senin. Megawati yang didampingi suaminya Taufik Kiemas serta Menkes Achmad Sujudi, Senin pagi menjenguk puluhan penderita DBD yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Dirut RS Persahaatan Hardi Yusa melaporkan bahwa sampai saat ini rumah sakit tersebut telah merawat 88 anak penderita, serta 106 dewasa sehingga jumlah adalah 194 orang. Dari jumlah tersebut dua di antaranya meninggal yaitu seorang anak dan satu dewasa.
Dalam kunjungan sektiar dua jam tersebut Megawati melihat puluhan anak terpaksa berbaring di tempat-tempat tidur lipat karena terbatasnya ruang rawat inap bagi para penderita. Ketika berdialog dengan seorang anak lelaki yang masih duduk di Sekolah Dasar, Megawati berkata, "Lebih baik kamu sekarang kegerahan daripada digigit nyamuk lagi." Ucapan spontan itu dilontarkan Megawati karena ruang perawatan itu terasa panas akibat terlalu banyaknya pasien.
Sampai sekarang kasus DBD di tanah air telah mencapai 19.031 kasus, dan 336 di antara para korban itu telah meninggal dunia. Menurun
Jumlah korban meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia telah menurun dari 2.0 persen pada pertengahan Februari 2004 menjadi 1,8 persen pada akhir Februari 2004, kata Menkes Achmad Sujudi.
"Penurunan kematian DBD karena para korban cepat dibawa ke rumah sakit (RS) dan adanya peningkatan kegiatan masyarakat membersihkan sarang nyamuk (PSN)," katanya.
Seusai melantik 15 pejabat eselon II di lingkungan Depkes, Menkes mengatakan, data jumah DBD (19/2) sekitar 9.000 orang, meninggal 188 orang atau kematiannya dua persen, sedang data (27/2) jumlahnya 17.289 orang, meninggal 312 orang atua kematiannya 1,8 persen.
Menkes mengingatkan masyarakat, agar segera membawa ke RS jika ada keluarganya menderita gejala DBD, seperti demam terus menerus, sakit ulu hati, otot, sakit kepala. "Jika penderita sampai syok, pingsan dan mengeluarkan pendarahan, maka tim medis RS akan mengalami kesulitan untuk menolong," katanya. Menkes menyatakan, saat ini masih ada tiga provinsi yang jumlah penderita DBD masih tinggi atau naik dibanding selama Januari 2004 yakni DKI, Bali, dan NTB.
"Depkes minta Pemda DKI, Bali, dan NTB untuk meningkatkan pertolongan penderita DBD dan menggalakkan warganya pada kegiatan PSN, " katanya.
Sementara itu, jumlah penderita DBD 1 Januari-29 Februari 2004 di 25 provinsi mencapai 17.707 orang, 322 orang diantaranya meninggal, sedang penderita DBD di DKI sebanyak 6.431 orang, 58 diantaranya meninggal.
Menkes menegaskan, Depkes telah mengalokasikan dana Rp50 miliar untuk penanggulangan KLB DBD di seluruh Indonesia, sehingga tidak dibenarkan jika RS menolak pasien DBD dari kalangan miskin.
"Seluruh RS khususnya milik pemerintah harus menerima pasien DBD dari kalangan miskin karena total biaya pengobatan diganti pemerintah," katanya.Pejabat eselon II Depkes yang dilantik, antara lain Suprijadi, SKM (Kepala Biro Umum dan Humas), dr Gunawan Setiadi, MPH (Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran) dan Bambang Hartono, SKM, MSc (Kepala Pusat Promosi Kesehatan). (Ant/O-1),Kompas.com.

Ekstrak Daun Jambu Biji Bisa Mengatasi DBD
Konferensi pers BPOM beserta Fakultas Kedokteran Unair. Merujuk hasil kerja sama penelitian Fakultas Kedokteran Unair dan BPOM, ekstrak daun jambu biji bisa menghambat pertumbuhan virus dengue. Bahan itu juga meningkatkan trombosit tanpa efek samping. Masyarakat mesti memperhatikan informasi penting ini. Berdasarkan hasil kerja sama dalam uji pre klinis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilansir di Jakarta, Rabu (10/3) siang, ekstrak daun jambu biji dipastikan bisa menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD). Bahan itu juga mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu milimeter per kubik tanpa efek samping. Peningkatan tersebut diperkirakan dapat tercapai dalam tempo delapan hingga 48 jam setelah ekstrak daun jambu biji dikonsumsi.
Menurut Kepala BPOM dokter Sampurno, sampai saat ini obat demam berdarah memang belum ditemukan. Tak heran bila pola pengobatannya pun hanya bersifat pendukung semata. Sampurno menambahkan, setelah uji lebih lanjut yang dilakukan tim peneliti yang dipimpin Profesor Doktor Sugeng Sugiarto itu, diharapkan ekstrak daun jambu biji dapat dijadikan obat antivirus dengue berupa suplemen yang dipasarkan ke masyarakat. Di antaranya dalam bentuk kapsul buat orang dewasa dan sirup untuk anak-anak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, sebenarnya di Bangkok, Thailand, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah berhasil membuat vaksin Dengue Divalen dan Trivalen, buat mengatasi wabah demam berdarah alias Dengue Hemorrhagic Fever. Namun sampai saat ini, vaksin tersebut belum dipasarkan di Indonesia. Alternatif yang muncul adalah memperbanyak minum air putih untuk mengembalikan homeostatis (kecenderungan menetap dalam keadaan tubiuh normal dalam organisme) cairan tubuh. Solusi lainnya adalah pasien diberi jus bambu biji yang memiliki kandungan vitamin C dan vitamin A yang tinggi. Vitamin C berfungsi dalam meningkatkan kecerdasan sel, sedangkan vitamin A berfungsi menjaga regenerasi sel agar selalu tepat waktu.
Kehadiran dua vitamin ekstra dalam ekstrak jambu biji tadi amat penting. Merujuk pada contoh kasus uji coba, pasien DBD yang menerima kapsul ekstrak jambu biji berdosis 3X2 setiap hari selama lima hari, mendapat pasokan trombosit baru lebih besar dari 100 ribu per ml pada hari terakhir. Itu lantaran asam amino dalam jambu biji mampu membentuk trombopoitin dari serin dan threonin, yang berfungsi dalam proses maturasi megakariosit menjadi trombosit.(BMI/Tim Liputan 6 SCTV)

Depkes: Stok Infus Masih Mencukupi

Kondisi RS Tarakan yang sempat kekurangan cairan infus, kini sudah teratasi lewat persediaan yang dimiliki Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Wabah DBD merenggut tiga nyawa di Maluku Utara.
Masalah krisis cairan infus yang sempat melanda sejumlah rumah sakit di Jakarta pada Senin kemarin, akhirnya sudah teratasi. Rumah sakit yang terus menerima lonjakan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) tersebut kini sudah memiliki cadangan infus buat para pasien. Kondisi itu lantaran stok di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang masih mencukupi. "Infus itu kurang karena pada saat ditanya memang habis. Meski, pada saat bersamaan sudah diminta ke Dinas Kesehatan," kata Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Sri Astuti Suparmanto, di Jakarta, Selasa (9/3) pagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah rumah sakit yang merawat pasien DBD mengaku kekurangan stok infus. RS Tarakan di Jakarta Pusat, misalnya. Rumah sakit itu mengaku memerlukan sedikitnya 800 botol cairan infus setiap hari [baca: Rumah Sakit di Jakarta Kekurangan Cairan Infus]. Sementara persediaan yang ada di sana mulai menipis dan hanya cukup untuk dua hari, walau sejak awal Maret sudah menerima 5.700 botol infus dari Dinkes DKI. Rumah sakit ini membutuhkan sedikitnya 5.000 botol cairan infus tambahan.
Dalam kesempatan itu Sri memberi angin segar dalam kasus wabah DBD. Menurut dia, wabah DBD diperkirakan bakal berkurang secara signifikan dalam dua pekan mendatang. "Menurut patronnya, DBD ini ada kecenderungan untuk menurun. Mudah-mudahan dalam waktu dua minggu ini," ujar Sri. Walau begitu, masyarakat dan pihak rumah sakit diminta tetap waspada. Sebab saat ini ada indikasi merebaknya wabah diare, yang juga memerlukan cairan infus untuk penyembuhannya. "Stok ndak boleh kosong, selalu harus ada," cetus dia mengingatkan. Kewaspadaan memang menjadi kunci utama mengatasi penyebaran wabah DBD di negeri ini. Tengok saja kasus serupa yang dilaporkan telah merenggut tiga nyawa di kawasan Ternate, Maluku Utara, baru-baru ini. Menurut data di Rumah Sakit Umum Daerah Ternate dan RS Hasan Busoiri, hingga kini masih ada 19 pasien DBD lainnya yang menjalani perawatan.
Sejauh ini Gubernur Maluku Utara Thayib Armain telah membebaskan biaya perawatan bagi para korban DBD. Pemerintah daerah setempat juga sudah memberantas sarang nyamuk dan melakukan pengasapan secara gratis. Berdasarkan informasi, daerah endemis DBD di Maluku Utara tersebar di 22 kelurahan, di antaranya Kelurahan Dupa-Dupa, Salero, dan Kelurahan Ternate Utara.
Kesiagaan serupa juga dilakukan di wilayah Banjar, Priangan Timur, Jawa Barat. Pemda Kota Banjar dilaporkan menintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan abatesasi dan pengasapan ke rumah-rumah penduduk. Kegiatan itu diutamakan di sejumlah daerah endemis DBD. Hingga pekan ini, sebanyak 22 orang--yang sebagian besar terdiri dari anak-anak--telah dirawat di RSUD Banjar. Menurut data Pemda setempat, DBD di wilayah Priangan Timur telah menewaskan tiga orang, masing-masing di Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.
Perhatian buat para penderita DBD pun tak berkurang dari waktu ke waktu. Simak saja dalam aksi mendonorkan darah yang diselenggarakan Pundi Amal SCTV (PD SCTV) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia cabang DKI Jakarta, Selasa siang. Pada kesempatan yang digelar kali kedua ini, PD SCTV telah mengumpulkan 200 kantong darah yang akan diserahkan ke PMI Pusat. Seluruh donor itu disumbangkan oleh karyawan SCTV dan masyarakat di sekitar lingkungan Gedung Grha SCTV Jakarta.
Pada kesempatan pertama, PD SCTV hanya berhasil mengumpulkan sebanyak 150 kantong darah buat disumbang kepada para penderita wabah DBD [baca: Balita di Semarang Meninggal Karena Demam Berdarah]. Maklumlah, kala itu, penyelenggara hanya menyediakan 150 kantong darah, sedangkan pendaftar donor darah lebih dari 250 orang.(BMI/Tim Liputan 6 SCTV)

Para Tenaga Medis di Luar RS Siap Bantu Cegah DBD

Depkes bekerjasama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Perawat Indonesia (PPI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) akan memobilisasi tenaga medis guna membantu perawatan pasien demam berdarah dengue (DBD), kata Menkes Achmad Sujudi. "Tenaga medis dari IDI, PPI dan PMI akan dikirim ke RS yang memiliki banyak penderita DBD mulai Sabtu (6/3)," katanya usai pertemuan tentang penanggulangan DBD dengan pemda provinsi, kab/kota, di Jakarta, Jumat. Menurut Menkes, Depkes akan memberikan honor bagi tenaga medis bantuan dari IDI, PMI, dan PPI agar mereka dapat mempercepat bantuan pemulihan kesehatan pasien DBD di rumah sakit (RS).
"Depkes akan merekrut lulusan perawat yang masih menganggur dan mahasiswa dari akademi perawat untuk menjadi tenaga honorer membantu perawatan korban DBD di RS di berabgai provinsi," katanya. Selain itu, para tenaga medis di luar RS yang akan direkrut Depkes itu juga akan diikutkan dalam penyuluhan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan gerakan kebersihan di lingkungan terdekat. Menkes menambahkan, pendirian rumah sakit (RS) lapangan terbuat dari tenda untuk merawat penderita DBD di DKI saat ini belum diperlukan, karena 16 RS milik pemerintah dan 60 RS swasta di ibukota masih mampu menampung penderita.
"Kebijaksanaan yang dilakukan menambah jumlah tempat tidur di tiap RS dan memberikan bantuan tenaga perawat guna merawat penderita DBD," katanya. Menkes menjelaskan, pemerintah memprogramkan penyelesaian kejadian luar biasa (KLB) DBD di seluruh Indonesia dalam tiga bulan mendatang. "Target selama tiga bulan itu jumlah penderita DBD tidak mencapai 35.000 orang dan angka kematiannya tinggal satu persen," katanya.
Sementara itu, jumlah penderita DBD sejak 1 Januari - 5 Maret di 25 provinsi 24.349 orang, 372 orang diantaranya meninggal, sedang jumlah DBD di DKI sebanyak 8.727 orang, 61 orang diantaranya meninggal. (Ant/O-1)

Wapres Haz: Anggaran Bidang Kesehatan Perlu Ditambah

JENGUK PASIEN: Wakil Presiden Hamzah Haz mengunjungi salah seorang pasien yang terkena demam berdarah di sebuah rumah sakit di Jakarta, Sabtu. Wabah demam berdarah telah menewaskan sedikitnya 312 orang dan ribuan lainnya dirawat di rumah sakit.
JAKARTA--MIOL: Wakil Presiden (Wapres) Hamzah Haz mengatakan, kasus demam berdarah yang kini merupakan kejadian luar biasa di Indonesia menuntut pemerintah untuk menambah alokasi anggaran bidang kesehatan pada APBN mendatang. "Idealnya untuk kesehatan sekitar 10-15 persen dari total anggaran," kata Wapres ketika mengunjungi pasien demam berdarah di RS Budi Asih, Jaktim, Sabtu.
Wapres mengatakan saat ini anggaran bidang kesehatan hanya sekitar tujuh persen. Menurut dia, anggaran kesehatan idealnya hampir sama dengan anggaran bidang pendidikan yang juga penting.
Kasus demam berdarah pada tahun ini merupakan pengalaman berharga bagi pemerintah bahwa musibah itu bukan hanya dari bencana alam saja, tetapi juga wabah penyakit. Oleh sebab itu perlu dana kesehatan yang memadai.
Anggaran tersebut tentunya bukan hanya untuk pengobatan tetapi juga untuk upaya-upaya pencegahan. "Jadi lebih baik kita sudah sediakan anggaran yang cukup untuk itu," katanya.
Wapres yang didampingi Ibu Nani Hamzah Haz juga melakukan dialog dengan beberapa orang tua pasien, serta direktur RS Budi Asih, dr Hasanudin, dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Abdul Cholik Masulili. Wapres mengatakan bahwa ia telah mendapat informasi bahwa bulan ini belum merupakan puncak wabah demam berdarah, dan puncak itu diperkirakan baru pada bulan Juli mendatang. Namun sekarang saja jumlah kasus demam berdarah itu sudah 300 persen lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Jadi ini tentunya cukup mengkhawatirkan," kata Wapres.

Kunjungan ke RS
Wapres Hamzah Haz, Sabtu siang, melakukan kunjungan ke sejumlah rumah sakit yang merawat para pasien demam berdarah diantaranya RS Budi Asih, Jakarta Timur yang kini merawat 145 pasien penyakit tersebut. Wapres beserta Ibu Nani Hamzah Haz tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung melakukan peninjauan ke ruang perawatan anak-anak korban demam berdarah bersama Direktur RS, dr Hasanudin.
RS Budi Asih sendiri tampak penuh dengan pasien demam berdarah maupun penyakit lainnya. Menurut dr Hasanudin, hari Sabtu ini terdaftar sebanyak 500 pasien yang berobat jalan maupun rawat inap di RS itu. Di lantai 2 tempat perawatan anak-anak korban demam berdarah, seluruh ruangan penuh hingga lorong-lorong terpaksa dijadikan tempat perawatan darurat dengan penambahan tempat tidur. "Kapasitas kami sebenarnya sudah maksimal, tapi kami berusaha untuk tidak menolak pasien demam berdarah yang datang," katanya.
Dikatakannya pula bahwa hingga saat ini belum ada pasien yang ditolak dan kalaupun RS Budi Asih sudah tidak mampu menampung lagi, maka pasien akan dirujuk ke RS lainnya. Sementara itu karena banyaknya pasien yang dirawat, suasana ruang perawatan tampak pengap dan fasilitas yang tersedia hanya kipas angin saja. (Ant/O-1)


ARTIKEL

DHF / DBD

Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue Famili Flaviviridae,dengan genusnya adalah flavivirus. Virus ini mempunyai empat serotipe yang dikenal dengan DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Selama ini secara klinik mempunyai tingkatan manifestasi yang berbeda, tergantung dari serotipe virus Dengue. Morbiditas penyakit DBD menyebar di negara-negara Tropis dan Subtropis. Disetiap negara penyakit DBD mempunyai manifestasi klinik yang berbeda.
Di Indonesia Penyakit DBD pertama kali ditemukan pada tahun 1968 di Surabaya dan sekarang menyebar keseluruh propinsi di Indonesia. Timbulnya penyakit DBD ditenggarai adanya korelasi antara strain dan genetik, tetapi akhir-akhir ini ada tendensi agen penyebab DBD disetiap daerah berbeda. Hal ini kemungkinan adanya faktor geografik, selain faktor genetik dari hospesnya. Selain itu berdasarkan macam manifestasi klinik yang timbul dan tatalaksana DBD secara konvensional sudah berubah.
Infeksi virus Dengue telah menjadi masalah kesehatan yang serius pada banyak negara tropis dan sub tropis. Kejadian penyakit DBD semakin tahun semakin meningkat dengan manifestasi klinis yang berbeda mulai dari yang ringan sampai berat. Manifestasi klinis berat yang merupakan keadaan darurat yang dikenal dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dan Dengue Shock Syndrome (DSS).
Manifestasi klinis infeksi virus Dengue termasuk didalamnya Demam Berdarah Dengue sangat bervariasi, mulai dari asimtomatik, demam ringan yang tidak spesifik, Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, hingga yang paling berat yaitu Dengue Shock Syndrome (DSS). Dalam praktek sehati-hari, pada saat pertama kali penderita masuk rumah sakit tidaklah mudah untuk memprediksikan apakah penderita Demam Dengue tersebut akan bermanifestasi menjadi ringan atau berat. Infeksi sekunder dengan serotipe virus dengue yang berbeda dari sebelumnya merupakan faktor resiko terjadinya manifestasi Deman Berdarah Dengue yang berat atau Dengue Shock Syndrome (DSS). Namun sampai saat ini mekanisme respons imun pada infeksi oleh virus Dengue masih belum jelas, banyak faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue, antara lain faktor host, lingkugan (environment) dan faktor virusnya sendiri. Faktor host yaitu kerentanan (susceptibility) dan respon imun. Faktor lingkungan (environment) yaitu kondisi geografi (ketinggian dari permukaan laut, curah hujan, angin, kelembaban, musim); Kondisi demografi (kepadatan, mobilitas, perilaku, adat istiadat, sosial ekonomi penduduk). Jenis nyamuk sebagai vektor penular penyakit juga ikut berpengaruh. Faktor agent yaitu sifat virus Dengue, yang hingga saat ini telah diketahui ada 4 jenis serotipe yaitu Dengue 1, 2, 3 dan 4. Penelitian terhadap epidemi Dengue di Nicaragua tahun 1998, menyimpulkan bahwa epidemiologi Dengue dapat berbeda tergantung pada daerah geografi dan serotipe virusnya..
Untuk menegakkan diagnosa infeksi virus Dengue diperlukan dua kriteria yaitu kriteria klinik dan kriteria laboratorium (WHO, 1997). Pengembangan tehnologi laboratorium untuk mendiagnosa infeksi virus Dengue terus berlanjut hingga sensitivitas dan spesifitasnya menjadi lebih bagus dengan waktu yang cepat pula. Ada 4 jenis pemeriksaan laboratorium yang digunakan yaitu : uji serologi, isolasi virus, deteksi antigen dan deteksi RNA/DNA menggunakan tehnik Polymerase Chain Reaction (PCR). (Mariyam, 1999).
Wabah Dengue yang baru terjadi di Bangladesh yang diidentifikasi dengan PCR ternyata Den-3 yang dominan. Sedangkan wabah di Salta Argentina pada tahun 1997 ditemukan bahwa serotipe Den-2 yang menyebabkan transmisinya. Sistem surveillance Dengue di Nicaragua pada bulan Juli hingga Desember 1998 mengambil sampel dari beberapa rumah sakit dan pusat kesehatan (Health Center) yang terdapat pada berbagai lokasi menghasilkan temuan 87% DF, 7% DHF, 3% DSS, 3% DSAS. Den-3 paling dominan, Den-2 paling sedikit. Disimpulkan bahwa epidemiologi Dengue dapat berbeda tergantung pada wilayah geografi dan serotipe virusnya.

Virus Dengue
Virus Dengue merupakan virus RNA untai tunggal, genus flavivirus, terdiri dari 4 serotipe yaitu Den-1, 2, 3 dan 4. Struktur antigen ke-4 serotipe ini sangat mirip satu dengan yang lain, namun antibodi terhadap masing-masing serotipe tidak dapat saling memberikan perlindungan silang.. Variasi genetik yang berbeda pada ke-4 serotipe ini tidak hanya menyangkut antar serotipe, tetapi juga didalam serotipe itu sendiri tergantung waktu dan daerah penyebarannya. Pada masing-masing segmen codon, variasi diantara serotipe dapat mencapai 2,6 ? 11,0 % pada tingkat nukleotida dan 1,3 ? 7,7 % untuk tingkat protein (Fu et al, 1992). Perbedaan urutan nukleotida ini ternyata menyebabkan variasi dalam sifat biologis dan antigenitasnya.
Virus Dengue yang genomnya mempunyai berat molekul 11 Kb tersusun dari protein struktural dan non-struktural. Protein struktural yang terdiri dari protein envelope (E), protein pre-membran (prM) dan protein core (C) merupakan 25% dari total protein, sedangkan protein non-struktural merupakan bagian yang terbesar (75%) terdiri dari NS-1 ? NS-5. Dalam merangsang pembentukan antibodi diantara protein struktural, urutan imunogenitas tertinggi adalah protein E, kemudian diikuti protein prM dan C. Sedangkan pada protein non-struktural yang paling berperan adalah protein NS-1.

Vektor
Virus Dengue ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes (Ae.) dari ssubgenus Stegomyia. Ae. aegypti merupakan vektor epidemi yang paling utama, namun spesies lain seperti Ae. albopictus, Ae. polynesiensis, anggota dari Ae. Scutellaris complex, dan Ae. (Finlaya) niveus juga dianggap sebagai vektor sekunder. Kecuali Ae. aegyti semuanya mempunyai daerah distribusi geografis sendiri-sendiri yang terbatas. Meskipun mereka merupakan host yang sangat baik untuk virus Dengue, biasanya mereka merupakan vektor epidemi yang kurang efisien dibanding Ae. aegypti. (WHO, 2000)

Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis infeksi virus Dengue pada manusia sangat bervariasi. Spektrum variasinya begitu luas, mulai dari asimtomatik, demam ringan yang tidak spesifik, Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, hingga yang paling berat yaitu Dengue Shock Syndrome (DSS), (Soegijanto, 2000). Diagnosis Demam Berdarah Dengue ditegakkan berdasarkan kriteria diagnosis menurut WHO tahun 1997, terdiri dari kriteria klinis dan laboratoris. Penggunaan kriteria ini dimaksudkan untuk mengurangi diagnosis yang berlebihan (overdiagnosis).

Kriteria Klinis

Demam tinggi mendadak, tanpa sebab jelas, berlangsung terus menerus selama 1-7 hari.
Terdapat manifestasi perdarahan yang ditandai dengan :
? Uji tourniquet positif
? Petekia, ekimosis, purpura
? Perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi
? Hematemesis dan atau melena
? Hematuria
Pembesaran hati (hepatomegali).
Manifestasi syok/renjatan

Kriteria Laboratoris :

Trombositopeni (trombosit < 100.000/ml)
Hemokonsentrasi (kenaikan Ht > 20%)

Manifestasi klinis DBD sangat bervariasi, WHO (1997) membagi menjadi 4 derajat, yaitu :
Derajat I:
Demam disertai gejala-gejala umum yang tidak khas dan manifestasi perdarahan spontan satu-satunya adalah uji tourniquet positif.

Derajat II :
Gejala-gejala derajat I, disertai gejala-gejala perdarahan kulit spontan atau manifestasi perdarahan yang lebih berat.

Derajat III:
Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menyempit (< 20 mmHg), hipotensi, sianosis disekitar mulut, kulit dingin dan lembab, gelisah.

Derajat IV :
Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur.

Patogenesis dan Patofisiologi
Patogenesis DBD tidak sepenuhnya dipahami, namun terdapat dua perubahan patofisiologis yang menyolok, yaitu
Meningkatnya permeabilitas kapiler yang mengakibatkan bocornya plasma, hipovolemia dan terjadinya syok. Pada DBD terdapat kejadian unik yaitu terjadinya kebocoran plasma ke dalam rongga pleura dan rongga peritoneal. Kebocoran plasma terjadi singkat (24-48 jam).
Hemostasis abnormal yang disebabkan oleh vaskulopati, trombositopeni dan koagulopati, mendahului terjadinya manifestasi perdarahan.
Aktivasi sistem komplemen selalu dijumpai pada pasien DBD. Kadar C3 dan C5 rendah, sedangkan C3a serta C5a meningkat. Mekanisme aktivasi komplemen tersebut belum diketahui. Adanya kompleks imun telah dilaporkan pada DBD, namun demikian peran kompleks antigen-antibodi sebagai penyebab aktivasi komplemen pada DBD belum terbukti.
Selama ini diduga bahwa derajat keparahan penyakit DBD dibandingkan dengan DD dijelaskan dengan adanaya pemacuan dari multiplikasi virus di dalam makrofag oleh antibodi heterotipik sebagai akibat infesi Dengue sebelumnya. Namun demikian, terdapat bukti bahwa faktor virus serta respons imun cell-mediated terlibat juga dalam patogenesis DBD. (WHO, 2000).

Epidemiologi Molekuler
Infeksi virus Dengue telah menjadi masalah kesehatan yang serius pada banyak negara tropis dan subtropis, oleh karena peningkatan jumlah penderita, menyebarluasnya daerah yang terkena wabah dan manifestasi klinis berat yang merupakan keadaan darurat yaitu Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) danb Dengue Shock Syndrome (DSS).
Antara tahun 1975 dan 1995, DD/DBD terdeteksi keberadaannya di 102 negara di dari lima wilayah WHO yaitu : 20 negara di Afrika, 42 negara di Amerika, 7 negara di Asia Tenggara, 4 negara di Mediterania Timur dan 29 negara di Pasifik Barat. Seluruh wilayah tropis di dunia saat ini telah menjadi hiperendemis dengan ke-empat serotipe virus secara bersama-sama diwilayah Amerika, Asia Pasifik dan Afrika. Indonesia, Myanmar, Thailand masuk kategori A yaitu : KLB/wabah siklis) terulang pada jangka waktu antara 3 sampai 5 tahun. Menyebar sampai daerah pedesaan, sirkulasi serotipe virus beragam (WHO, 2000).

Dua Dokter RS Labuang Baji Terserang Demam Berdarah Meninggal
Dari 51 pasien demam berdarah yang sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Labuang Baji Makassar saat ini, dua orang diantaranya adalah dokter RS tersebut yakni dr Ratna Maria (45) dan dr Darmawati (48). Dr Ratna Maria yang sehari-hari bertugas di poliklinik umum itu, kini terbaring di tempat tidur perawatan RS Labuang Baji akibat serangan virus yang disebarkan nyamuk aedes aegypti ini. Sedangkan dr Darmawati yang bertugas di laboratorium dirawat di rumahnya.
Dr Ratna Maria yang sudah tujuh hari terbaring di RS itu Kamis dijenguk Gubernur Sulsel HM Amin Syam di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Sebelum ke ruang UGD, Gubernur yang didampingi Kadis Kesehatan Sulsel Basir Palu menyempatkan diri ke ruangan pasien anak dan orang dewasa penderita demam berdarah. Keluarga pasien rata-rata baru melarikan anggota keluarganya ke RS setelah tiga hari menderita demam berdarah tersebut.
"Anak saya dilarikan ke rumah sakit setelah seluruh badannya panas selama empat hari dan tidak pernah turun," kata Ny Sudarmawati yang mendampingi anaknya, M Imas Anugrah (10) saat berdialog dengan Gubernur Amin Syam. Murid SD Mongindisi kelas IV ini baru ketahuan terserang demam berdarah setelah tiba di RS tersebut yang kemudian langsung diberi cairan. "Sudah tiga hari anak saya dirawat di sini dan sudah ada perubahan pak Gubernur," katanya sambil menatap anaknya yang tampak tersenyum karena dibesuk orang nomor satu di provinsi ini.
Kepada pasien penderita demam berdarah di RS itu, Gubernur mengatakan perlunya masyarakat ikut menjaga dan membersihkan lingkungan yang bisa menjadi sarang nyamuk penyebar virus tersebut. Selain itu, dinas kesehatan dan aparatnya perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat menyangkut kasus demam berdarah yang akhir-akhir ini meningkat. "Sosialisasi penyakit ini sangat penting agar masyarakat lebih mengetahui dan berupaya mengantisipasi sehingga korban dapat ditekan," katanya seraya berharap agar pasien demam berdarah segera sembuh dan kembali ke rumahnya.
Di RS Labuang Baji sejak Januari hingga minggu keempat Pebruari 2004, sudah enam orang meninggal dunia dari 194 orang penderita yang dirawat di RS itu. Korban meninggal berasal dari Kabupaten Gowa tiga orang, Takalar satu orang dan Kota Makassar dua orang.
Usai meninjau RS Labuang Baji, gubernur juga melihat dari dekat kegiatan pengasapan di beberapa kelurahan yang sedang dilakukan Dinas Kesehatan Sulsel dan Kota Makassar untuk memberantas nyamuk aedes aegypti. Di Kota Makassar diperkirakan terdapat 100 lebih titik rawan penyebaran penyakit demam berdarah. (Ant/O-1)

Pemerintah Mengangkat Jumantik di Seluruh Indonesia
Pemerintah akan mengangkat juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik) honorer di setiap rukun warga (RW) di seluruh Indonesia, agar dapat membantu mencegah wabah demam berdarah dengue (DBD), kata Menko Kesra Jusuf Kalla.
"Keputusan mengangkat Jumantik dan peningkatan gerakan pemberantasan sarang nyamuk akan dilakukan dalam pertemuan para menteri dengan para gubernur di Jakarta, 5 Maret 2004," katanya di Jakarta, Sabtu sore.
Seusai memberikan penghargaan dari pemerintah kepada 59 anggota Tim Bantuan Kemanusiaan RI ke Iran (1 Januari - 25 Februari 2004) itu, Kalla mengatakan, pemantau jentik nyamuk sejak dini akan mencegah adanya kejadian luar biasa (KLB) DBD. "Pemda DKI sejak Januari 2004 telah mengangkat tenaga Jumantik yang ditempatkan di setiap RW, sehingga jika ditemukan jentik nyamuk di salah satu rumah, maka segera diberantasnya," katanya. Sementara itu, jumlah penderita DBD 1 Januari - 28 Februari 2004 di 25 provinsi mencapai 17.707 orang, 322 orang di antaranya meninggal, sedang penderita DBD di DKI sebanyak 5.431 orang, 59 diantaranya meninggal.
Menurut Menko Kesra, banyaknya penderita DBD pada 2004 karena masyarakat kurang memperhatikan kebersihan lingkungan dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Karena itu, perlu penggalakan gerakan PSN melalui tiga M, yakni menguras bak mandi dan penampungan air seminggu sekali, mengubur benda bekas yang berisi genangan air, dan menambur zat abate pada tempat penampungan air untuk membunuh jentik nyamuk. Kalla menegaskan, pemerintah telah mengalokasikan dana Rp100 miliar untuk penanggulangan KLB DBD di seluruh Indonesia, sehingga tidak dibenarkan jika rumah sakit (RS) menolak pasien DBD dari kalangan miskin.
"Seluruh RS wajib langsung menerima pasien DBD dari kalangan miskin yang total biaya perawatan dan pengobatan akan diganti pemerintah," katanya.
Mengenai banyaknya penderita DBD yang meninggal dunia, Kalla menjelaskan, mereka yang meninggal antara lain saat memeriksakan ke RS keadaan pasein sudah pada stadium akhir yakni parah dan syok akibat pendarahan. (Ant/O-1)

Korban Demam Berdarah Terus Bertambah
Serangan demam berdarah dengue (DBD) terus mengganas. Di Jakarta, dalam dua hari terakhir, jumlah penderita bertambah hingga 600-an orang. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan, jumlah penderita sepanjang Januari sebanyak 1.579 orang, sedangkan Februari 1.133 orang. Sehingga, secara keseluruhan, pasien DBD tahun ini hingga kemarin mencapai 2.712 orang. Dua hari sebelumnya, jumlah penderita 2.059 orang.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Chalik Masulili, tercatat 174 kelurahan di 10 kecamatan di Jakarta dinyatakan sebagai daerah waspada kejadian luar biasa (KLB). Tidak tertutup kemungkinan, jumlah daerah KLB ini bertambah. Di Jakarta Pusat, daerah KLB mencakup Kecamatan Kemayoran dan Tanah Abang. KLB di Jakarta Utara terjadi di Kecamatan Koja dan Tanjung Priok. Di Jakarta Barat terjadi di Kecamatan Kebon Jeruk dan Palmerah. Di Jakarta Selatan menimpa Kecamatan Pasar Minggu dan Kebayoran Lama. Di Jakarta Timur, KLB terjadi di Kecamatan Ciracas dan Kramat Jati.
Kota Bekasi, Jawa Barat, tiga orang meninggal akibat penyakit tersebut selama Januari-Februari. Angka tersebut sama dengan jumlah korban meninggal sepanjang 2003. Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat peningkatan tajam kasus DBD tahun ini. Sedikitnya 73 pasien dirawat pada periode Januari hingga 17 Februari 2004. Padahal, sepanjang 2003, hanya terjadi 15 kasus DBD.
Serangan DBD juga menghantui warga Jawa Tengah. Sebanyak 29 kabupaten/kota di provinsi tersebut terjangkiti penyakit ini. Kota/kabupaten tersebut, antara lain, Rembang, Kudus, Pati, Jepara, Kota Semarang, Kendal, Pekalongan, Kabupaten Tegal, dan Brebes.
''Terjadi peningkatan kasus DBD, terutama di wilayah pantura,'' ujar dr Budihardja MPH, wakil kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Provinsi Jateng, dr Lily Herawati, menyatakan telah mempersiapkan 187 orang pemantau jentik di beberapa kabupaten/kota. Anggaran untuk pemantauan sebesar Rp 1 miliar.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyayangkan lambannya penanganan DBD di rumah-rumah sakit swasta. Ketidaklancaran, katanya, terutama terjadi pada pasien miskin.
Menurut Fauzi, rumah sakit swasta sebenarnya tidak perlu khawatir melayani warga tidak mampu. ''Rumah sakit tinggal klaim ke Dinas Kesehatan,'' ujarnya kemarin. Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta program 3M (menguras, menutup, dan mengubur). Surat edaran juga ditujukan kepada sejumlah perkantoran, sekolah, pasar, dan tempat publik lain. Penyakit DBD menyerang manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Demam Berdarah Kian Mengganas di Jakarta
Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan, ibu kota memasuki waspada kejadian luar biasa (KLB). Penyakit demam berdarah di Jakarta kian mengganas. Dalam tempo lebih dari satu bulan, jumlah penderita demam berdarah sebanyak 2.046 orang dan 13 di antaranya meninggal dunia. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan, ibu kota memasuki waspada kejadian luar biasa (KLB).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Chalik Masulili, pihaknya mencatat 174 kelurahan di 10 kecamatan di Jakarta dinyatakan sebagai daerah KLB. Pihaknya tak menutup diri jika penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini bakal menyerang daerah lainnya. ''Daerah lainnya masih mengintip untuk dinyatakan KLB,'' ujar Chalik Masulili kepada wartawan, Sabtu (14/2). Masulili merinci, wilayah kecamatan yang dinyakan sebagai daerah KLB masing-masing di wilayah Jakarta Pusat, yakni Kecamatan Kemayoran dan Tanah Abang.
KLB di Jakarta Utara terjadi di Kecamatan Koja dan Tanjung Priok. Di Jakarta Barat terjadi di Kecamatan Kebon Jeruk dan Palmerah. Wilayah Jakarta Selatan masing-masing Kecamatan Pasar Minggu dan Kebayoran Lama. Di Jakarta Timur, KLB terjadi di Kecamatan Ciracas dan Kramat Jati. Total kelurahan yang terjangkit KLB sebnayak 174 kelurahan.
Dijelaskan, penyakit yang disebabkan gigitan penyakit ini perlu penanganan yang serius mengingat bisa membahayakan keselamatan nyawa manusia. Tahun lalu, katanya, jumlah penderita demam berdarah mencapai lebih dari 14.000 orang dengan jumlah korban meninggal 59 orang. Penyakit ini muncul hampir setiap tahun terutama mulai bulan Oktober hingga Februari. Mengatasi masalah itu pihaknya sudah melakukan antisipasi sebelum penyakit ini merebak.
Salah satu cara memerangi demam berdarag dengan memberantas sarang nyamuk (PSN) dan program menguras, menutup dan mengubur atau (program 3M). Upaya lainnya dengan melakukan pengasapan (fogging) di beberapa daerah yang dikategorikan rawan demam berdarah. Tak hanya itu, pihaknya telah menyiapkan alat fogging hingga di puskesmas tingkat kelurahan. Pada mulanya, alat fogging itu ditempatkan di puskesmas kecamatan. Menurut dia, penanganan masalah demam berdarah tidak lepas dari partisipasi masyarakat.
Hanya saja diakuinya, aspek kepedulian masyarakat menangani masalah ini relatif kurang. Buktinya, meski sudah disosialisasikan program PSN dan 3M, masyarakat masih banyak yang belum mau melakukan. ''Masyarakat seolah budek, kita sudah ngomong berbusa tetap saja partisipasi mash rendah,'' ujarnya sambil mengatakan, minimnya partisipasi masyarakat itu justru berasal dari golongan masyarakat menengah ke atas.
''Rumah-rmah mereka itu sulit dimasuki petugas''. Atas sikap masyarakat yang tak peduli itu, Dinas Kesehatan DKI membuat terobosan dengan melibatkan juru pemantau jentik (jumantik). Petugas yang dijadikan sebagai jumantik itu direkrut dari masyarakat sekitar daerah yang rawan demam berdarah dengan gaji di atas upah minimum regional (UMR). '' Sebelum diterjunkan ke lapangan, para jumantik ini akan dilatih terlebih dahulu,'' ujarnya.
Jumlah petugas yang direkrut sebagai jumantik tergantung kebutuhan di daerah masing-masing. Puskesmas Kemayoran, misalnya, jumlah petugas jumantiknya mencapai 27 orang. Beda dengan jumantik di Puskesmas Kebon Jeruk yang jumlahnya hanya 22 orang saja. ''Jumlah jumantik itu tergantung banyaknya rukun warga (RW) serta kondisi penyebaran penyakit ini,'' katanya. Didampingi Wakadis Kesehaan Jakarta, Wanda Ningsig, dia menyatakan, program jumantik ini akan digelar secara bersamaan, Senin (16/2) hingga 16 Maret.
Program pembentukan jumantik itu dilakukan seiring dengan digelarnya bulan bakti kesehatan. Dia mengingatkan, daerah rawan demam berdarah tidak hanya terjadi di pemukiman padat, melainkan juga pemukiman orang-orang kaya. Rumah yang jarang dihuni pun dinyatakan rawan DBD, perkantoran, mushala, termasuk juga areal sekitar sekolah. ''Sebenarnya dari hasil evaluasi itu daerah yang terkena DBD dari waktu ke waktu ya itu-itu juga,''ujarnya.

433 Orang Terserang Demam Berdarah
Wabah demam berdarah dengue (DBD) beberapa minggu ini terus menelan banyak korban di beberapa wilayah Jakarta. Di Wilayah Jakarta Timur, DBD bahkan telah menyerang 433 penderita dan 2 orang meninggal. ''Dari 433 penderita, 20 persen usia sekolah,'' tandas Cahyono, Seksi Penyakit Menular Sudin Kesmas, Jakarta Timur. Selain di sejumlah sekolah, DBD juga mewabah di beberapa kelurahan.
Beberapa kelurahan yang rawan DBD adalah Kelurahan Kramatjati, Cililitan, Cawang dan Kampung Tengah. Dari keempat lokasi itu terdapat 50 rukun warga (RW) yang rawan DBD. Penderita DBD yang cukup besar menimpa Kelurahan Ciracas dan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur. Korban DBD juga banyak dilarikan di Rumah Sakit Budi Asih, Cawang. Menurut Cahyono, sebagian besar penderita DBD warga RW3, Cawang.
Kawasan itu rawan DBD karena ditemukan banyak genangan di tempat tersebut, dan sering dilanda banjir. Bahkan Cawang telah dinyatakan sebagai wilayah endemis DBD. Wilayah endemis DBD merupakan sumber penyebarluasan penyakit ke wilayah lain. Kejadian luar biasa (KLB) dimulai dengan peningkatan jumlah kasus di wilayah tersebut. Salah satu upaya membatasi penyebaran dan mencegah penyebarluasan adalah dengan pembrantasan sarang Nyamuk (PSN) serta pemantauan jentik berkala (PJB).
Peningkatan jumlah kasus DBD dari 18 penderita di awal Januari hingga 433 orang pada minggu kedua Februari. Laporan tersebut berasal dari 14 laboratorium rumah sakit di Jakarta Timur. ''Peningkatan penderita DB terjadi karena faktor pasca musim hujan dan perubahan musim,'' tandas Cahyono. Bahkan 20 persen dari total penderita DBD adalah anak usia sekolah dasar (5-14 tahun).
Karena itu antisipasi DBD selanjutnya tidak hanya berorientasi pada pemukiman tapi juga lingkungan sekolah. Menurut Cahyono, sosialisasi kebersihan telah dilakukan di beberapa sekolah, bahkan penyemprotan juga telah dilakukan di beberapa sekolah yang teridentifikasi positif DBD. ''Sekolah-sekolah yang ada kasus DBD segera disemprot,'' tandas Cahyono. Menurutnya, Sudin Kesmas berencana melakukan penyemprotan pada beberapa lokasi yang rawan DBD.
''Kami menggerakan kader dan personel puskesmas,'' ungkap dr Netry, kepala seksi Penyehatan Lingkungan, Jakarta Timur. Netri mengungkapkan bahwa Sudin Kesmas Jaktim sedang gencar menanggulangi DBD. Dinas Kesehatan DKI pun menggelar beberapa program untuk menanggulangi DBD, tanggal 9 Februari sampai 14 Maret 2004 dicanangkan sebagai bulan bakti PSN. Karena itu, Sudin Kesmas Jakarta Timur telah melakukan antisipasi, yaitu dengan melaksanakan early warning system atau sistem peringatan dini.
Sistem ini merupakan pencegahan mewabahnya demam berdarah. ''Kami akan berupaya untuk mengantisipasi DBD, salah satunya dengan gerakan PSN,'' ungkap Netri. Salah satu upaya membatasi penyebaran dan mencegah penyebarluasan adalah dengan PSN serta PJB. Dia menambahkan, nyamuk aides aegepty dapat diberantas dengan penyemprotan, tapi ini tidak cukup karena penyemprotan hanya mematikan nyamuk dewasa.
Karena itu, diperlukan penanggulangan atau pengendali vektor penular nyamuk aides aegepty dan virus dengue. Penanggulangan DBD berupa kegiatan pengelolaan lingkungan, secara masal maupun individu atau keluarga berupa menguras, menutup dan mengubur. Dapat pula dilakukan pengendalian secara kimia (larvasi selektif/abatisasi), serta biologis (predator ikan kepala timah). Selain itu, bisa ditempuh modifikasi lingkungan (ovitrap), langkah-langkah tersebut harus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Empat Warga Jakut Meninggal Karena Demam Berdarah
Empat orang warga Jakarta Utara dilaporkan meninggal dunia akibat menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tiga orang berasal dari kecamatan Koja dan seorang lagi dari kecamatan Tanjung Priok. Selain itu, jumlah penderita DBD di Jakarta Utara juga meningkat tajam, dari sebelumnya hanya delapan orang pasien (per 12 Januari) menjadi 201 pasien pada 12 Februari ini.
Menyikapi hal tersebut, Suku Dinas Kesehatan Masyarakat (Sudin Kesmas) langsung menggelar pertemuan yang melibatkan pihak-pihak terkait. "Kita sedang membicarakan langkah-langkah yang harus diambil," kata Kepala Seksi Penyakit Menular Sudin Kesmas, Dr Ketut Sudarsana.
Kasus terbanyak terjadi di kecamatan Tanjung Priok, dengan jumlah penderita 75 orang, disusul kecamatan Koja sebanyak 56 pasien. Menurut Ketut, Sudin Kesmas masih melakukan proses validitas data di seluruh rumah sakit dan puskesmas.
Wali kota Jakarta Utara, Effendi Anas, mengakui kejadian ini merupakan kasus besar. Menurutnya, melonjaknya kasus ini disebabkan banyak genangan air di kawasan perumahan yang tidak diatasi dengan baik oleh warga. "Tidak hanya di daerah kumuh. Perumahan elit juga berpotensi terjangkit demam berdarah," katanya.
Bila dibandingkan data dua tahun sebelumnya, kasus DBD tahun ini tergolong tinggi. Pada tahun 2003 dan 2002, tidak ada penderita DBD yang meninggal dunia sepanjang bulan Januari. Jumlah pasien juga sedikit, masing-masing 12 pasien dan 8 pasien pada Januari 2003 dan 2002.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemkot Jakarta Utara telah mencanangkan Bulan Bakti Gerakan Menguras, Menutup dan Mengubur (BBG3M) di seluruh kelurahan. Namun gerakan ini hanya dilaksanakan pada bulan Januari sebagai pancingan bagi warga (Republika, 23/1).
Ketika ditanya kemungkinan pencanangan kembali gerakan tersebut, Ketut tidak menjawab pasti. Dia mengharapkan warga di tingkat kelurahan tetap menghidupkan gerakan 3M ini dalam rangka menekan angka penderita dan korban DBD. "Bulan bakti itu adalah rangsangan bagi warga untuk peduli pada lingkungannya. Tapi kalau dibutuhkan, mungkin akan dilaksanakan kembali," lanjut Ketut. Meskipun demikian, Effendi memastikan pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah pencegahan dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kelurahan dan RT/RW. Sosialisasi ini, lanjutnya, disesuaikan dengan tingkat kerawanan daerah terhadap DBD.
Sudin Kesmas mendata 17 kelurahan dari 31 kelurahan yang rentan terhadap menyebaran nyamuk aedes aigepty. Selain mencanangkan kerja bakti mingguan di setiap kelurahan, pihaknya akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyebaran penyakit DBB, khususnya di ke-17 kelurahan tersebut.
Sebelumnya dilaporkan, tiga orang warga di Jakarta Pusat meninggal terserang demam berdarah dalam periode periode 1 Januari hingga 4 Februari 2004. Sementara itu, jumlah penderitanya sendiri sudah menembus angka 111 orang di seluruh wilayah Jakarta Pusat.
Padahal, sepanjang tahun 2003 saja hanya terdapat 4 orang pasien meninggal dunia akibat demam berdarah. Namun sekarang, baru 1,5 bulan tahun 2004 berjalan, pasien meninggal akibat penyakit ini sudah ada 3 orang.
Menurut Rum Istriati, Kasudin Kesmas Jakarta Pusat, ketika dihubungi, dua orang korban meninggal merupakan warga Bungur, Kecamatan Kemayoran, dan satu orang lagi merupakan warga Petamburan. Korban meninggal diduga akibat telat diagnosa dan telat penanganan hingga akhirnya mereka meninggal dunia.
Diposting oleh 3J Team Community
BUANG air besar (BAB) memang merupakan suatu rutinitas sehari-hari yang kadang memiliki efek psikologis yang besar apabila terdapat gangguan-gangguan. Yang paling sering dikhawatirkan adalah apabila buang air besar tidak lancar, sulit, atau sering dikatakan sebagai konstipasi atau sembelit.

Buang air besar (BAB) atau disebut juga defekasi merupakan suatu proses alami untuk membuang ampas makanan yang sudah tidak dapat diolah lagi oleh tubuh dalam bentuk kotoran atau feses.

Setiap anak, mempunyai kebiasaan buang air besar yang berbeda. Ada yang setiap hari, dua hari sekali, bahkan tiga hari sekali, namun umumnya adalah satu atau dua hari sekali. Semakin jarang anak buang air besar atau jarak waktunya semakin lama, akan kian banyak pula ampas makanan yang membuat perut menjadi keras. Namun, buang air besar dua kali sehari atau dua kali seminggu dapat dianggap normal asal tidak ada keluhan-keluhan kesehatan yang dirasakan.

Frekuensi dan volume buang air besar sangat tergantung pada volume makanan yang dikonsumsi. Ada beberapa hal yang sering menjadi penyebab terjadinya sembelit. Misalnya saja, kurang minum, kurang olah raga atau kurang gerak, makan tidak teratur, atau kurang makan makanan berserat. Selain itu, kebiasaan untuk sering menahan atau menunda buang air besar pun dapat menjadi penyebab sembelit.

Dalam usus selalu terjadi penyerapan air untuk mencegah tubuh mengalami dehidrasi. Itu sebabnya kurang minum cenderung membuat kotoran atau tinja menjadi keras. Begitu pula kebiasaan menunda buang air besar membuat ampas makanan makin lama berada di dalam usus. Semakin banyak penyerapan air yang terjadi sehingga makin kering dan keras kotoran yang terbentuk dan akhirnya sulit dikeluarkan.

Sayangnya ibu tidak menguraikan dengan lengkap mengenai masalah buang air besar anak ibu, apakah anak ibu juga mengeluh buang air besarnya keras dan terasa sakit, sudah berapa lama keluhan tersebut dialami anak ibu, dan bagaimana kebiasaan makan anak ibu sehari-hari.

Penanganan awal untuk mencegah terjadinya sembelit yang paling mudah adalah dengan mengubah pola makan anak. Usahakan anak Ibu untuk minum sedikitnya 8 hingga 10 gelas air setiap hari, makan teratur dan mengonsumsi serat dalam jumlah cukup. Buah-buahan dan sayur-sayuran, berbagai jenis biji-bijian, atau sereal merupakan sumber serat yang kaya, selain juga mengandung vitamin dan mineral yang tentunya sangat dibutuhkan oleh tubuh anak.

Apabila keluhan anak Ibu masih berlanjut dan timbul keluhan-keluhan lain yang mengganggu kesehatan anak Ibu, hendaknya Ibu membawanya ke dokter. Di sana anak Ibu akan diperiksa lebih lanjut, sehingga dapat dilakukan intervensi dini.
Diposting oleh 3J Team Community
Bronchitis adalah sakit peradangan pada bronchus, yaitu saluran udara utama pada paru-paru. Bronchitis ditandai dengan batuk yang dalam, yang pada awal sakit disertai dengan demam. Penyakit ini harus diperhatikan dengan serius karena apabila dibiarkan bisa berkembang menjadi radang paru-paru akut (pneumonia) yang bisa berakibat fatal untuk paru-paru itu sendiri.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, bisa pula oleh virus. Bronchitis dimulai saat bakteri atau virus mengiritasi bronkus sampai akhirnya membengkak. Tubuhpun bereaksi mengeluarkan lendir untuk memerangi iritasi itu, sehinga timbul batuk. Selain bakteri dan virus peradangan yang terjadi makin dipicu oleh berbagai zat polutan seperti zat kimia dari rokok atau asap rokok.

Suhu udara yang dingin, lembab, serta polusi udara lainnya dan debu juga menjadi factor pemicu timbulnya bronchitis. Oleh sebab itu sangat penting bagi penderita untuk menghindari diri dari factor pemicu timbulnya penyakit ini. Penyakit ini dibagi menjadi dua macam, yakni bronchitis biasa dan bronchitis kronis (menahun). Keduanya termasuk penyakit yang menular. Pada bronchitis biasa penyebab utamanya adalah basil, tidak ada unsur alergi dari si penderita.

Pada bronchitis kronis biasanya ditemukan unsur alergi dari si penderita serta adanya faktor turunan yang mempengaruhinya. Bronchitis alergica termasuk penyakit sumbatan paru menahun yang bersifat makin lama makin bertambah hebat keluhannya. Gejala sakit lainnya yang biasanya dirasakan penderita adalah: munculnya rasa nyeri dan panas di bagian dada, mengalami kesulitan bernapas, rasa lemas seperti saat flu, demam, otot pegal, sakit kepala, bersin, suhu tubuh meninggi akibat peradangan, dan terkadang disertai dengan gejala batuk yang dirasa mirip gejala sakit asma.

Sedangkan maag adalah salah satu penyakit yang mengganggu lambung dan usus dua belas jari. Penyakit ini disebabkan karena makan yang tidak teratur waktunya, asam klorida (asam lambung) yang berlebihan didalam lambung, terlalu lama konsumsi obat kimiawi, banyak memikirkan hal yang berat-berat sehingga timbul ketegangan-ketegangan pada syaraf.

Untuk itu bagi penderita maag sangat penting dalam mengelola diri dan fikiran agar terbebas dari penyakit ini serta perlu mencermati apakah sakit yang dirasa diakibatkan oleh pola makan yang tidak teratur dan baik, stress yang tidak teratasi atau efek samping dari obat-obatan dan makanan dan minuman yang tidak baik untuk lambung dan usus. Kalau sudah diketahui penyebabnya, hindarilah.
Guna mengobati kedua penyakit tersebut yang bapak Shafiq alami herbalist rekomendasikan beberapa tanaman herbal yang berkhasiat mengatasi sakit bronchitis alergica dan maag yang Bapak derita. Tumbuhan obat tersebut adalah sebagai berikut :

Untuk Bronchitis :

- Jahe (Zingiber offinale) = 20 gram
- Bawang Putih (Eleuthorine Americana) = 15 gram
- Kulit Jeruk Mandarin kering = 15 gram
- Gula Aren (Arenga pigata)

Jahe + Bawang putih + kulit jeruk Mandarin yang kering dikukus hingga matang. Semua bahan yang telah dikukus ditambah gula aren secukukpnya dan diblender dengan ditambah air hangat secukupnya. Kemudian diminum dalam keadaan hangat pada malam hari menjelang tidur. Lakukan rutin sekali sehari.

Untuk Gangguan Lambung :

- Buah Pepaya muda (Carica papaya) = 1 buah
- Roti Tawar Bakar

Buah pepaya dipotong dan direbus beserta kulit dan bijinya dengan air satu liter sampai masak, kemudian diminum diwaktu pagi sebelum sarapan bersama roti bakar secukupnya.
Demikianlah jawaban saya, semoga Bapak puas dan selalulah untuk berkonsultasi dengan Herbalist atau dokter.
Diposting oleh 3J Team Community
(Common Problem in Pediatrics 2)

Pada Buletin Being MoM edisi ke 25, telah dibahas mengenai penyakit-penyakit yang umum terjadi pada anak, seperti demam, juga penyakit pada saluran cerna. Pada edisi kali ini, akan dibahas penyakit-penyakit yang umum terjadi pada saluran pernafasan. Apa saja jenis penyakitnya, dan bagaimana sebaiknya kita sebagai orangtua menyikapinya, yuk, kita simak lengkap di bawah ini!

Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) – Selesma (Flu)

Flu disebabkan oleh virus dan biasanya, lamanya terinfeksi 5 hari - 2 minggu, tergantung daya tahan tubuh dan ada tidaknya orang lain di sekitar, yang juga terinfeksi.

Ingus/pilek yang keluar saat flu, adalah mekanisme tubuh untuk membuang virus yang tengah berkembang biak di rongga hidung dan sekitarnya.

Cara penularan flu:

* Melalui batuk atau bersin
* Kontak langsung
* Pemakaian suatu barang bersama-sama
* Udara dingin atau karena tidak memakai baju hangat sehingga anak masuk angin, bukanlah penyebab flu

Gejala flu:

* Hidung meler dan buntu
* Mata merah berair
* Diawali dengan ingus encer dan bening, kemudian menjadi kental dan kehijauan, diakhiri dengan ingus yg kembali bening dan encer
* Batuk
* Bersin
* Suara agak serak
* Nyeri dan sakit pada tulang, sendi dan otot
* Demam

Cara mengatasi:

* Pada dasarnya yang dapat menyembuhkan flu adalah sistem imun (tentunya butuh waktu), bukan obat flu, bukan antibiotik, bukan juga vitamin C.
* Berbagai penelitian membuktikan bahwa dengan atau tanpa obat , waktu penyembuhan akan tetap sama
* Bila anak demam dengan suhu >38,5 C, berikan paracetamol
* Bila ingus sangat kental, berikan air garam steril (NaCl 0,9%) sebagai tetes hidung (dapat dibeli di apotek dengan dosis sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan). Air garam ini tidak menimbulkan efek samping karena merupakan air garam yg ada di dalam tubuh kita
* Sedot ingus dengan menggunakan alat pengisap lendir juga membantu mengurangi sumbatan, sebelum bayi minum susu atau sebelum tidur
* Ciptakan ruangan yg lembab dengan memasang humidifier, pelembab udara atau letakkan seember air panas dalam ruangan.
* Perbanyak mengkonsumsi cairan (air putih, air buah, dll).

Pencegahan:

* Cuci tangan
* Jauhkan anak dari penderita selesma terutama bayi <3 bulan
* Ajarkan anak untuk tidak menggunakan barang milik orang lain terutama peralatan makan dan minum, saputangan, serbet, handuk, dll
* Ajarkan anak untuk menutup mulut dengan tissue saat batuk atau bersin
* Jaga kebersihan rumah terutama kamar mandi dan dapur

Konsultasikan ke dokter jika:

* Bayi <3 bulan
* Demam > 72 jam
* Batuk > 1 minggu atau batuk hebat dengan muntah-muntah
* Rewel dan letargi (kesadaran menurun)
* Sesak napas atau tampak kebiruan sekitar bibir dan mulut
* Jarang buang air kecil atau tidak mau minum
* Dahak ada darahnya
* Ingus hijau kental > 2 minggu

Batuk

Batuk adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh , berupa daya refleks untuk membersihkan saluran pernafasan kita dari lendir atau benda asing yang tersedak (susu, kacang, dll).

Jenis batuk:
Batuk yang menggonggong (barking)
Penyebabnya adalah krup/infeksi virus yang menyebabkan radang disaluran pernafasan atas (pita suara dan pipa udara (trakea) akibat virus, atau bisa juga karena alergi atau perubahan suhu di malam hari. Biasa menyerang anak usia 6 bulan – 3 tahun.

Krup bisa terjadi secara mendadak di tengah malam, dengan batuk yang seperti menggonggong atau menyalak dan seolah tanpa henti. Cara mengatasi: buat ruangan lembab (memasang humidifier, pelembab udara atau letakkan seember air panas dalam ruangan) dan hubungi dokter.

Batuk dengan mengi
Mengi adalah suara nafas yang muncul saat anak mengeluarkan nafas. Penyebabnya antara lain pembengkakan di saluran pernapasan , asma, atau adanya benda yang menyumbat saluran pernafasan. Bila anak pernah mengalami sebelumnya, kemungkinan besar asma. Cara mengatasi: berikan obat hirup/inhaler yang telah diresepkan dokter dan hubungi dokter jika tidak membaik. Bila anak belum pernah mengalami, hubungi dokter, karena adanya kemungkinan tersedak benda asing.

Batuk dengan selesma atau flu
Umumnya flu disertai batuk (baik batuk kering ataupun berdahak). Batuk biasanya berlangsung 1 minggu dan umumnya justru terjadi saat gejala flu sudah reda.

Batuk dengan demam
Bila anak batuk, demam tidak tinggi dan pilek, biasanya adalah flu. Bila saat demam hari ke 3-4 timbul ruam yang khas, ada kemungkinan itu campak (disebabkan oleh virus). Bila batuk disertai demam tinggi >39C, anak lesu dan nafasnya cepat, segera hubungi dokter, karena dikhawatirkan pneumonia.

Batuk dengan muntah
Bila anak batuk dan akhirnya muntah, ini disebabkan karena banyaknya dahak yang masuk ke lambung anak sehingga timbul rasa mual. Tidak membahayakan kecuali muntahnya terus menerus.

Batuk secara mendadak
Biasanya karena ada makanan, cairan atau muntahan yang salah masuk ke dalam saluran pernafasan, sejumlah kecil makanan atau benda kecil yang terperangkap di kerongkongan anak. Bila batuk tidak kunjung reda hubungi dokter.

Batuk malam hari
Batuk yang sering memburuk di malam hari, dikarenakan saat anak berbaring, sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan iritasi.

Batuk siang hari
Umumnya penyebabnya adalah alergi, asma, flu dan infeksi saluran pernafasan lainnya. Udara dingin atau aktivitas fisik dapat memperberat batuk, dan seringkali membaik pada malam hari/saat beristirahat. Sebaiknya AC tidak dinyalakan, tidak ada binatang piaraan atau asap, yang menyebabkan anak batuk.

Batuk menetap untuk jangka lama
Batuk karena salesma bisa sampai dengan 3 minggu. Asma, alergi, atau infeksi kronis di sinus atau jalan nafas mungkin juga jadi penyebab batuk yang lama. Jika lebih dari sebulan, konsultasikan ke dokter.

Batuk pada bayi
Bayi <6 bulan rentan terkena RSV (respiratory syncitial virus) yang bisa menyebabkan bronkiolitis dan pneumonia.

Batuk disertai bunyi saat menarik nafas (whooping coughs)
Bunyi whoop sering terdengar setelah anak batuk , yaitu pada saat anak tersebut berusaha menarik nafas dalam setelah batuk terus menerus selama beberapa kali. Jika begitu, ada kemungkinan bayi terkena batuk rejan/pertusis, terlebih bila belum mendapatkan vaksin DPT. Konsultasikan ke dokter.

Batuk dengan stridor
Berbeda dengan mengi, stridor merupakan suara nafas yang berisik dan kasar yang terdengar pada saat anak menghirup nafas. Segera konsultasikan ke dokter.

Cara mengatasi:

* Beri anak minum cairan hangat yang banyak
* Pergunakan bantal yg agak tinggi
* Jangan ada asap rokok di rumah atau di sekeliling anak.
* Buat ruangan jadi lembab (memasang humidifier, pelembab udara atau letakkan seember air panas dalam ruangan)
* Tidak memberikan obat batuk yang kerjanya menekan refleks batuk, karena tidak menyembuhkan penyakit yang menyebabkan timbulnya batuk dan menyebabkan lendir tidak keluar dari saluran pernafasan. Obat penekan refleks batuk bisa diberikan kalau penyebab batuk adalah proses keganasan yang menyebar ke paru-paru.

Konsultasikan ke dokter bila:

* Mengalami kesulitan bernafas
* Bibir, wajah dan lidah biru / pucat
* Mengalami demam tinggi
* Bayi <3 bulan yg telah batuk selama beberapa jam
* Menimbulkan bunyi „whoop“ waktu mengambil nafas setelah batuk
* Batuk darah
* Ada stridor saat menghirup nafas
* Ada mengi saat menghembuskan nafas
* Tampak lesu

Home treatment

* Istirahat di rumah dan cuci tangan untuk mencegah penularan
* Jaga agar lingkungan tetap lembab (tidak menggunakan AC, memasang humidifier, pelembab udara atau letakkan seember air panas dalam ruangan)
* Minuman dingin seperti jus dapat memberi rasa nyaman, hindari soda.
* Tidak memberikan obat batuk yang dijual bebas
* Bila hidung tersumbat, berikan air garam steril (NaCl 0,9%) sebagai tetes hidung (dapat dibeli di apotek dengan dosis sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan). Air garam ini tidak menimbulkan efek samping karena merupakan air garam yg ada di dalam tubuh kita
* Sedot ingus dengan menggunakan alat pengisap lendir juga membantu mengurangi sumbatan, sebelum bayi minum susu atau sebelum tidur
* Perbanyak mengkonsumsi cairan (air putih, air buah, dll).

Radang Tenggorokan

Pada bayi dan anak kecil umumnya disebabkan oleh infeksi virus ringan, jadi tidak memerlukan antibiotik. Hanya 15% disebabkan oleh bakteri, umumnya menyerang anak >4 tahun (diagnosa penyebabnya adalah bakteri, harus dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium biakan usap tenggorok).

Gejala dan keluhan (umumnya menghilang dalam waktu 3 hari)

* Sakit menelan, menolak makan, tenggorokan sakit
* Tenggorokan merah dan membengkak, ditemukan bintik-bintik atau selaput berwarna putih
* Demam
* Kelenjar getah bening didaerah leher membesar dan nyeri
* Sakit telinga
* Pada tonsilitis, tonsil membengkak dan sakit

Cara mengatasi:
# Beri banyak cairan/minum, minum yang dingin (bukan dari lemari pendingin) dan tidak terasa asam, memberikan rasa nyaman di tenggorokan
# Berikan parasetamol secara berkala
# Pada anak yang sudah besar berikan lozenges, tablet isap. Bila anak >8 tahun, ajarkan ia untuk kumur-kumur dengan larutan antiseptik.
# Antibiotik hanya diberikan bila terbukti ada infeksi bakteri

Umumnya radang tenggorokan adalah gangguan kesehatan ringan, akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Konsultasikan ke dokter bila berlangsung >1 minggu dan bila keluhan tonsilitis tidak mereda dalam 24-48 jam.
Diposting oleh 3J Team Community
Asi sangat berguna bagi pertumbuhan bayi. Sebuah riset menyebutkan bahwa 16 persen kematian bayi dapat dicegah melalui pemberian asi pada bayi sejak hari pertama kelahirannya. Jika pemberian asi dimulai sejak 1 jam pertama setelah kelahiran, maka 22 persen kematian bayi dapat dicegah.
Meskipun angka pemberian ASI ekslusif ( enam bulan pertama) dikawaasan itu meningkat dua kali lipat sejak tahun 1990, namun terdapat ratusan ribu anak yang rawan terhadap penyakit terhadap kematian Unicef memperkirakan “ Asi Eksklusif” sampai usia enam bulan dapat mencegah kematian 1,3 juta anak berusia di bawah 5 tahun
Bagaimana dengan Indonesia? Sayang, disini hanya 8 % ibu memberi “ Asi Eksklusif ” kepada bayinya. Dan hanya 4 % saja yang hanya memberi asi pada satu jam pertama faktanya, di indonesia terjadi 30000 kematian bayi, baru lahir dengan usia di bawah 28 delapan hari (survei demografi) dan kesehatan Indonesia 2002 – 2003 : mortalitas bayi 35 per 1000 kelahiran hidup.
Karenanya memberikan penyuluhan para perempuan dirumah rumah dan komunitas merupakan hal yang sangat mendukung pelayanan kesehatan teerpadu berbsais masyarakat, termasuk mempromosikan pemberian “Asi Eksklusif”. Unicef mendukung penyusunan peraturan perundangan nasional mengenai permberian makanan bagi anak, meningkatkan pelayanan sebelum dan setelah kelahiran, serta mendukung tersedia berbagai sumber di masyarakat bagi para ibu baru.
Peringatan pekan menyusui sedunia kini diperingati dilebih dari 120 negara, termasuk Indonesia, oleh Unicef bersama para mitra kerjanya, seperti World Alliance for Breastfeeding Action/WABA (aliansi dunia untuk gerakan pemberian asi ) dan World Health Organization/WHO. Para ibu juga bisa ikut mempromosikan pemberian Asi ini lewat buku-buku yang kini cukup tersedia di took buku atau dengan berkunjung kesitus www. Unicef- irc.org.
Tips Mencegah Sariawan
“Apa sih sariwan itu & seberapa berbahaya buat kita ?”Sariawan adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut,yang di tandai adanya bercak luka berwarna putih pada dinding mulut atau di bibir.kata ahli kesehatan gigi dan mulut ,jika dalam waktu satu bulan sariawan tidak sembuh di anjurkan segeralah memeriksakan diri ke dokter coz bisa jadi sariawan yang tidak kunjung sembuh itu awal dari penyakit yang lebih serius ,seperti kanker mulut.“Sariwan Muncul because...............”- lukaBibir atau mulut bisa terluka misalnya karna tergigit atau terjatuh-TerbakarMaksudnya makan & minuman yang masih panas bisa menyebabkan selaput lendir dan lidah terbakar ,luka bakar pun mudah menjadi sariawan.-Daya Tahan Tubuh MenurunDisebabkan karna kekurangan vitamin C,B2,B5 membuat badan mudah terserang infeksi ,terutama luka pada mulut.-Kurang menjaga kebersihan pada gigi dan mulutDidalam mulut terdapat jamur kondida.jika kekebalan pada tubuh menurun ,jamur ini menginfeksi mulut sehingga tumbuh yang di sebut dengan sariawan.-Kesalahan menggosok gigiMenggosok gigi lebih dari 2 kali sehari bisa merusak email,apalagi jika menggosoknya tidak hati-hati hal ini menyebabkan luka di gusi dan menyebabkan sariawan“Sariawan bisa di cegah lho....”Ada beberapa cara mencegah sariawan :1.jangan makan sambil Melamun,Berbicara,atau makan Tergesa-gesa2.Perbanyak sayuran dan buah-buahan3.Hindari makan makanan dan minuman panas4.pastikan mulut dan gigi selalu terawat5.Hindari Stress


Tips Mencegah Sariawan
"Apa sih sariawan itu & Seberapa berbahaya buat kita? Sariawan adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut,yang ditandai adannya bercak luka berwarna putih pada dinding mulut atau di bibir.Kata para ahli kesehatan gigi dan mulut ,ji
Diposting oleh maniez di 07:13 0 komentar
Berlangganan: Posting (Atom)
Tips Mencegah Sariawan
“Apa sih sariwan itu & seberapa berbahaya buat kita ?”Sariawan adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut,yang di tandai adanya bercak luka berwarna putih pada dinding mulut atau di bibir.kata ahli kesehatan gigi dan mulut ,jika dalam waktu satu bulan sariawan tidak sembuh di anjurkan segeralah memeriksakan diri ke dokter coz bisa jadi sariawan yang tidak kunjung sembuh itu awal dari penyakit yang lebih serius ,seperti kanker mulut.“Sariwan Muncul because...............”- lukaBibir atau mulut bisa terluka misalnya karna tergigit atau terjatuh-TerbakarMaksudnya makan & minuman yang masih panas bisa menyebabkan selaput lendir dan lidah terbakar ,luka bakar pun mudah menjadi sariawan.-Daya Tahan Tubuh MenurunDisebabkan karna kekurangan vitamin C,B2,B5 membuat badan mudah terserang infeksi ,terutama luka pada mulut.-Kurang menjaga kebersihan pada gigi dan mulutDidalam mulut terdapat jamur kondida.jika kekebalan pada tubuh menurun ,jamur ini menginfeksi mulut sehingga tumbuh yang di sebut dengan sariawan.-Kesalahan menggosok gigiMenggosok gigi lebih dari 2 kali sehari bisa merusak email,apalagi jika menggosoknya tidak hati-hati hal ini menyebabkan luka di gusi dan menyebabkan sariawan“Sariawan bisa di cegah lho....”Ada beberapa cara mencegah sariawan :1.jangan makan sambil Melamun,Berbicara,atau makan Tergesa-gesa2.Perbanyak sayuran dan buah-buahan3.Hindari makan makanan dan minuman panas4.pastikan mulut dan gigi selalu terawat5.Hindari Stress
Diposting oleh maniez di 07:13 0 komentar

Tips Mencegah Sariawan
"Apa sih sariawan itu & Seberapa berbahaya buat kita? Sariawan adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut,yang ditandai adannya bercak luka berwarna putih pada dinding mulut atau di bibir.Kata para ahli kesehatan gigi dan mulut ,ji
Diposting oleh maniez di 07:13 0 komentar
Berlangganan: Posting (Atom)
Orang Muda dan Kurus Juga Rentan Kena Kolesterol Tinggi
Orang Muda dan Kurus Juga Rentan Kena Kolesterol Tinggi.
Jumpa Pers : 'Proheart Cholesterol Control'Jakarta, Selasa 24 Juli 2007Siapa bilang penyakit kolesterol hanya dominasi orang dari golongan tua dan orang dengan perawakan gemuk saja? Ternyata kaum muda dan orang berperawakan kurus ayau idealpun tak luput dari serangan kolesterol. serangan penyakit ini terutama terjadi dimana orang hidup dikota besar. Setiap orang yang berada diusia produktif (15-60 Tahun) dan menjalankan gaya hidup tak teratur.pola makan tak seimbang (terlalu banyak makanan tinggi lemak).Kurang berolahraga.biasa merokok, rentan kena kolesterol tinggi.Fakta ini disampaikan oleh staf pengajar Departemen Ilmu Gizi FKUI, DR.dr.Saptawati Bardosono, M.Sc., dalam jumpa pers bertajuk 'Proheart Cholesterol Control', di hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta selatan, Selasa(24/7). "Polanya tidak lagi seperti dulu, sekarang penyakit yang tergolong Silent killer ini meskipun anda berusia kurang dari 40 Tahun dan punya gaya hidup tak sehat, termasuk yang beresiko tinggi," ungkap dr. Saptawati, punya resiko kolesterol tinggi terutama jika ada riwayat dalam keluarga yang memiliki kolesterol tinggi (Keturunan)Selain gaya hidup tak teratur, ada juga faktor-faktor lain yakni faktor risiko yang tak dapt diubah. Faktor itu seperti, bertambahnya usia yang menyebabkan kadar kolesterol juga semakin meningkat.lalu faktor jenis kelamin juga menjadi penentu. Umumnya setelah menopause, kadar kolesterol dalam tubuh wanita meningkat. Kalau sebelum menopause risikonya lebih rendah dari pria, maka setelah menopause lebih tinggi risikonya dibanding pria.Lalu bagaimana mencegahnya naiknya kadar Low-density lipoproteins (LDL) atau 'kolesterol jahat' ini? Tentu saja dengan tetap menjaga kadar kolesterol (baik LDL, HDL maupun Tryglicerid) dalam darah dengan batas normal kurang dari 200mg/dl, dengan ambang normal sebesar 200-239 mg/dl. Khusus untuk LDL kadarnya yidak boleh diatas 130 mg/dl.Bagaimana Cara menjaganya??-Jagalah berat badan-Ubah gaya hidup menjadi lebih sehat-Berhati-hati dengan makanan yang yang masuk kedalam tubuh.-Melakukan pengecekan kesehatan secara berkala.Apabila hal-hal diatas dilakukan dengan baik dan benar mudah-mudahanTubuh Sehat nenjadi bagian setiap kita.
Sakit ' Batuk Pilek ' Bukan Influenza

Sakit ' Batuk-Pilek' Bukan Influenza
Jangan pernah bilang sakit ' Batuk-Pilek ' sebagai influenza. Nyatanya, kedua gangguan kesehatan itu berbeda sama sekali. Sakit ' Batuk-Pilek ' atau dikenal medis sebagai ' Nasofaringitis ' adalah hanya demam biasa ( Common Cold ) yang disebabkan oleh infeksi beberapa virus pernafasan tak berbahaya. Sementara influenza hanya berasal dari infeksi 1 virus yakni virus influenza.Masyarakat sering bilang flu untuk gambarkan gejala flu. Padahal itu salah kaprah & sebaiknya diluruskan.Virus'Batuk-Pilek ' , ada sekitar 200 virus. Diantaranya Rhinovirus, Coronavirus, Coksakivirus, dsb. Gejalanya hanya terjadi lokal di saluran pernafasan atas, yaitu batuk, hidung berlendir , bersin-bersin, sakit tenggorokan, mata berair, hidung tersumbat.' Batuk-Pilek ' terkadang disertai gejala sistemik ringan seperti demam ringan, pegal-pegal ringan, & lemas ringan. Semuanya gejala ringan, jarang ada demam tinggi, atau nyeri otot hebat. ' Batuk-Pilek' biasanya lebih sering menyerang anak-anak karena daya tahan tubuh anak lebih lemah. Dalam setahun anak-anak bisa terkena 'Batuk-Pilek ' 4 sampai 8 kali. Lendir hidung ( ingus ) yang keluar biasanya berwarna kuning, kalau menjadi hijau itu karena ada infeksi tumpangan oleh bakteri atau komplikasi sinusitis atau radang telinga tengah.Komplikasi terjadi karena ingus masuk ke rongga sinus atau telinga. Penanganan ' Batuk-Pilek ' cukup dengan obat pereda gejala batuk & pilek yang dijual bebas dipasaran. Sedangkan flu atau influenza penyebabnya adalah virus influenza, dengan tipe A,B, atau C. Khusus tipe A bisa bermutasi & menyerang manusiaatau binatang, seperti flu burung. Sedangkan 2 tipe lainnya hanya menyerang manusia. Gejala flu lebih serius & terjadi tak hanya pada saluran pernafasan atas. Selain mengalami batuk & pilek, gejala sistemik yang menonjol adalah demam tinggi, sering disertai menggigil, nyeri otot hebat ( Mialgia ), Sakit kepala & badan yang lemas ( Malaise ).Bila tubuh bisa melawan virus maka gejala mereda dalam 5-7 hari. Tapi bila berlanjut, maka bisa menjadi komplikasi berat. Bisa Bronkhitis, bahkan hingga Radang paru ( Pneumonia ). Penderita Pneumonia bisasampai meninggal seperti yang terjadi pada penderita flu burung. Pengobatan flu butuh vaksinasi untuk mencegah agar tidak tertular lagi. Pengobatan ini terutama bagi yang beresiko tinggi seperti manula,anak-anak, & penderita penyakit diabetes atau jantung.

Sakit ' Batuk-Pilek' Bukan Influenza

Mengenai Saya
Tugas Theena Melihat profil lengkap saya

Sakit ' Batuk-Pilek ' Bukan Influenza

Sakit ' Batuk-Pilek' Bukan Influenza
Jangan pernah bilang sakit ' Batuk-Pilek ' sebagai influenza. Nyatanya, kedua gangguan kesehatan itu berbeda sama sekali. Sakit ' Batuk-Pilek ' atau dikenal medis sebagai ' Nasofaringitis ' adalah hanya demam biasa ( Common Cold ) yang disebabkan oleh infeksi beberapa virus pernafasan tak berbahaya. Sementara influenza hanya berasal dari infeksi 1 virus yakni virus influenza.Masyarakat sering bilang flu untuk gambarkan gejala flu. Padahal itu salah kaprah & sebaiknya diluruskan.Virus'Batuk-Pilek ' , ada sekitar 200 virus. Diantaranya Rhinovirus, Coronavirus, Coksakivirus, dsb. Gejalanya hanya terjadi lokal di saluran pernafasan atas, yaitu batuk, hidung berlendir , bersin-bersin, sakit tenggorokan, mata berair, hidung tersumbat.' Batuk-Pilek ' terkadang disertai gejala sistemik ringan seperti demam ringan, pegal-pegal ringan, & lemas ringan. Semuanya gejala ringan, jarang ada demam tinggi, atau nyeri otot hebat. ' Batuk-Pilek' biasanya lebih sering menyerang anak-anak karena daya tahan tubuh anak lebih lemah. Dalam setahun anak-anak bisa terkena 'Batuk-Pilek ' 4 sampai 8 kali. Lendir hidung ( ingus ) yang keluar biasanya berwarna kuning, kalau menjadi hijau itu karena ada infeksi tumpangan oleh bakteri atau komplikasi sinusitis atau radang telinga tengah.Komplikasi terjadi karena ingus masuk ke rongga sinus atau telinga. Penanganan ' Batuk-Pilek ' cukup dengan obat pereda gejala batuk & pilek yang dijual bebas dipasaran. Sedangkan flu atau influenza penyebabnya adalah virus influenza, dengan tipe A,B, atau C. Khusus tipe A bisa bermutasi & menyerang manusiaatau binatang, seperti flu burung. Sedangkan 2 tipe lainnya hanya menyerang manusia. Gejala flu lebih serius & terjadi tak hanya pada saluran pernafasan atas. Selain mengalami batuk & pilek, gejala sistemik yang menonjol adalah demam tinggi, sering disertai menggigil, nyeri otot hebat ( Mialgia ), Sakit kepala & badan yang lemas ( Malaise ).Bila tubuh bisa melawan virus maka gejala mereda dalam 5-7 hari. Tapi bila berlanjut, maka bisa menjadi komplikasi berat. Bisa Bronkhitis, bahkan hingga Radang paru ( Pneumonia ). Penderita Pneumonia bisasampai meninggal seperti yang terjadi pada penderita flu burung. Pengobatan flu butuh vaksinasi untuk mencegah agar tidak tertular lagi. Pengobatan ini terutama bagi yang beresiko tinggi seperti manula,anak-anak, & penderita penyakit diabetes atau jantung.

Sakit ' Batuk-Pilek' Bukan Influenza

Mengenai Saya
Tugas Theena Melihat profil lengkap saya

Tips Mencegah Gigi Berlubang

MENGGOSOK GIGI DENGAN TERATUR
v Pilihlah sikat gigi yang berbulu sikat halus agar tidak melukai gusi.
v Sikatlah gigi dengan gerakan memutar, jangan terlalu keras karena akan melukai gusi.
v Sikatlah gigi pada pagi hari setelah sarapan, siang setelah makan siang dan malam sebelum tidur. Bila setelah makan siang kita tidak sempat menggosok gigi, kita dapat menggantinya dengan makan buah-buahan yang mengandung air atau berkumur-kumur.

FLOSSING
Menggunakan dental floss (benang gigi) setelah makan dan setelah menyikat gigi, terutama pada gigi yang berjejal agar sisa makanan dapat terangkat seluruhnya. Karena sisa makanan yang mengendap dapat berubah menjadi plak dan dapat menyebabkan lubang pada gigi.

FLUORIDASI PADA GIGI
Fluoridasi pada gigi dapat kita lakukan dengan cara - menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor atau aplikasi fluor topical di dokter gigi.

MENGONTROL DIET MAKAN SEHARI-HARI
v Mengurangi makanan yang manis dan mudah melekat pada gigi seperti gula dan coklat
v Memperbanyak makanan berserat dan mengandung air seperti sayur dan buah-buahan. Seperti apel yang dapat meningkatkan produksi air liur dan menjaga kelembaban mulut.

PERIKSAKAN GIGI ANDA KE KLINIK GIGI
Periksakan gigi anda ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk mengetahui kelainan gigi anda sedini mungkin.

Masih menganggap penyakit jantung hanya milik orang tua?Salah banget tuch..
Dimasa sekarang ini kita nggak bisa beranggapan lagi bahwa yang memiliki risiko terkena penyakit jantung adalah orang tua,kakek atau nenek kita.Menurut para ahli wanita muda yang berumur 20 tahun juga bisa memiliki risiko terkena penyakit jantung.Walaupun kabarnya gangguan jantung lebih banyak diderita laki-laki daripada wanita.Disadari atau tidak gaya hidup sekarang ini ternyata sangat berpengaruh pada kesehatan jantung kita.
Untuk itu kita perlu tahu ciri-ciri atau gejala awal dari penyakit jantung ini.Karena jantung merupakan sumber kehidupan kita.Ia berfungsi untuk membawa darah yang mengandung oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.Kalau jantung kita fungsinya terganggu pastinya akan mempengaruhi organ tubuh kita lainnya.Biasanya gejala awalnya adalah penderita mengalami rasa nyeri dada,dan yang lebih parah lagi adalah penderita mengeluarkan keringat dingin disertai sesak napas.
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada pembuluh darah yaitu gaya hidup yang tidak sehat diantaranya;
Pola makan yang tidak sehat.Sekarang kita biasa mengkonsumsi makanan cepat saji daripada buah atau sayur dengan alasan menghemat waktu dari rutinitas kita sehari-hari yang begitu padat.
Merokok.Karena kandugan dari rokok yaitu nikotin akan menyebabkan kerja jantung berdebar lebih cepat.Gas CO-nya akan mengikat darah merah lebih kuat dibandingkan oksigen sehingga kadar oksigen di jantung berkurang.Makanya perokok memiliki risiko meningkat 75% dibandingkan dengan mereka yang bukan perokok.
Makanan berlemak.Lemak berpengaruh terhadap buruknya kesehatan jantung.Karena jika lemak yang terdapat pada tubuh terlalu banyak maka akan menyebabkan terhambatnya aliran darah.apabila lemak juga sampai masuk ke pembuluh darah juga dapat memisu terjadinya stroke.
Sebelum terkena penyakit ini sebaiknya kita melakukan pencegahan diantaranya;
Menjaga pola makan dan kesehatan dari sekarang.Biasakan kita lebih memilih sayur dan buah daripada makanan cepat saji.
Mengkonsumsi vitamin. Terutama vitamin C dan vitamin E sebagai antioksidan.
Olahraga secara teratur.Minimal kita melakukan olahraga dua jam dalam seminggu. Pilih jenis olahraga yang mengeluarkan keringat.
Jantung merpakan organ penting dalam hidup kita dan kita sangat bergantung sekali dengan organ yang satu ini.U ntuk itu mulai dari sekarang kita harus menjaga kesehatan jantung.Dan nggak ada alasan lagi,menunda untuk memulai hidup sehat sekarang..nia
Diposting oleh 3J Team Community
Visit the Site
SUGENG RAWUH DATENG BLOG KEDOKTERAN MUGI-MUGI SAMPEAN SENENG KALEH BLOG KULO blogger template by blog forum